Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Inggris akan Fasilitasi Pelepasan Tanker Minyak Iran

Ahad 14 Jul 2019 01:30 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Endro Yuwanto

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt di London, Senin (1/7).

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt di London, Senin (1/7).

Foto: AP Photo/Frank Augstein
Ini dilakukan Inggris jika pihak Teheran menjamin kapal itu tak akan pergi ke Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt mengatakan kepada Menlu Iran pada Sabtu (13/7) bahwa Inggris akan memfasilitasi pembebasan kapal tanker minyak Grace 1 yang ditahan. Ini dilakukan jika pihak Teheran menjamin kapal itu tidak akan pergi ke Suriah.

Kapal tanker itu ditangkap pekan lalu oleh Marinir Kerajaan Inggris di lepas pantai Gibraltar, wilayah Mediterania Inggris dengan tuduhan melanggar sanksi terhadap Suriah.

Iran menuntut Inggris membebaskan kapal itu dan membantah telah membawa minyak ke Suriah karena melanggar sanksi Uni Eropa. Perselisihan telah memicu ketegangan di Teluk, dengan Inggris mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah menolak kapal-kapal Iran yang mencoba memblokir sebuah kapal tanker Inggris di daerah tersebut.

Hunt mengatakan, panggilan dengan menteri luar negeri Iran bersifat konstruktif dan Mohammad Javad Zarif telah mengatakan kepadanya bahwa Iran ingin menyelesaikan masalah tersebut dan tidak berusaha untuk meningkatkan ketegangan.

"Saya meyakinkan dia bahwa kekhawatiran kami adalah tujuan, bukan asal minyak pada Grace One dan bahwa Inggris akan memfasilitasi pelepasan jika kami menerima jaminan itu tidak akan pergi ke Suriah, mengikuti proses hukum di pengadilan (Gibraltar)," tulis Hunt di Twitter-nya.

Teheran menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena mengatur penyitaan kapal tanker itu. Pemerintah Washington telah menjatuhkan sanksi terhadap Iran dengan tujuan menghentikan ekspor minyak Iran. Negara-negara Eropa tidak memiliki sanksi terhadap Iran, tetapi telah memberlakukannya terhadap sekutu Iran, Suriah, sejak 2011.

Menteri utama Gibraltar Fabian Picardo mengatakan kepada parlemen wilayah itu pada Jumat bahwa keputusan untuk menahan kapal tanker itu, yang katanya membawa 2,1 juta barel minyak, belum diambil atas permintaan negara lain mana pun. "Saya juga berbicara dengan Fabian Picardo yang mengurus masalah koordinasi pekerjaan yang sangat baik dan berbagi perspektif Inggris di masa depan," kata Hunt.

Polisi Gibraltan mengatakan empat anggota awak yang telah ditangkap, termasuk kapten dan kepala petugas kapal, telah dibebaskan dengan jaminan tanpa biaya tetapi penyelidikan masih berlangsung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA