Ahad 14 Jul 2019 03:58 WIB

Banjir dan Tanah Longsor Tewaskan Belasan Orang di India

Pejabat pemerintahan memperingatkan situasi akan memburuk beberapa hari mendatang.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Endro Yuwanto
Hujan deras di India, ilustrasi
Foto: AP Photo/Rajanish Kakade
Hujan deras di India, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, ASSAM -- India mengalami cuaca ektrem beberapa hari terkahir. Banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan lebat di timur laut India telah menewaskan belasan warga dan membuat satu juta orang mengungsi.

Pejabat pemerintahan memperingatkan situasi akan memburuk dalam beberapa hari mendatang. Hujan lebat di negara bagian Assam, India, telah menewaskan sedikitnya 20 orang dalam 72 jam terakhir. Sementara. enam orang lainnya dilaporkan tewas di Arunachal Pradesh, wilayah yang berbatasan dengan wilayah Tibet, China.

"Sepuluh orang tewas dalam insiden terpisah karena tenggelam dan lebih dari satu juta orang terkena dampaknya," tulis laporan media setempat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Assam dilansir Aljazirah, Ahad (14/7).

Sementara, Sungai Brahmaputra yang mengalir dari Himalaya ke India dan kemudian melalui Bangladesh, meluap. Sungai itu membanjiri lebih dari 1.800 desa di negara bagian. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan keadaan siaga maksimal.

Hujan deras juga telah mempengaruhi setidaknya 25 dari 33 distrik Assam. Badan sumber daya air federal mengatakan, ketinggian air di Brahmaputra diperkirakan akan meningkat karena hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

"Situasi banjir sangat kritis," ujar Menteri Sumber Daya Air Assam Keshab Mahanta kepada kantor berita Reuters.

Di tempat lain di Assam atau di Taman Nasional Kaziranga juga dilanda banjir. Taman ini terletak 185 km dari ibu kota negara bagian, Dispur. "Badak dan hewan lainnya berlindung di dataran tinggi buatan, dan diamankan ke seberang taman ke daerah yang lebih tinggi," kata seorang pejabat taman, Jukti Borak.

Pihak berwenang melarang kendaraan melaju kencang di jalan raya yang membentang di sepanjang taman. Terlepas dari perkiraan 2.500 badak, Kaziranga adalah rumah bagi berbagai hewan liar yang melintasi jalan raya untuk mencari tempat yang lebih tinggi selama banjir.

Di Arunachal Pradesh, seorang wanita berusia 36 tahun hanyut terbawa banjir. Sementara tiga orang lainnya tewas ketika mobil mereka tergelincir dan jatuh ke sungai. Sementara, dua anak sekolah dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka di dekat Kota Tawang ketika dinding sekolah asrama mereka runtuh.

"Permohonan saya kepada orang-orang adalah waspada dan mereka yang tinggal di dataran rendah mungkin sebaiknya pindah ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Menteri negara bagian Arunchal Pradesh, Pema Khandu.

Menteri dalam negeri Arunchal Pradesh, Bamang Felix juga memperingatkan masyarakat agar tetap siaga. "Kami telah membuat seluruh badan penanggulangan bencana selain polisi dan paramiliter dalam keadaan siaga dan telah mengeluarkan saran kepada orang-orang untuk tidak melakukan perjalanan kecuali diminta dalam situasi yang tidak dapat dihindari," katanya.

Banjir dan tanah longsor juga melanda beberapa negara bagian timur laut lainnya, termasuk Meghalaya, Sikkim, dan Mizoram. Di Mizoram, banjir telah merendam sekitar 400 rumah di Kota Tlabung.

Sementara itu, pemerintah federal India bertemu pada Sabtu (13/7) untuk meninjau situasi banjir di seluruh negeri. Dikatakan tim darurat telah menyelamatkan 750 orang di Assam dan negara bagian Bihar, atau tempat di mana Sungai Kosi naik di atas tanda bahaya.

Di negara tetangga, Nepal, banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan monsun juga telah menewaskan sedikitnya 27 orang, sementara belasan lainnya terluka atau hilang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement