Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Warga AS Berusaha Selamatkan Imigran di Lingkungannya.

Senin 15 Jul 2019 08:45 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (tengah) menandatangani paket bantuan 4,6 miliar dolar AS untuk menangani imigran dari Amerika Tengah di perbatasan AS-Meksiko, Senin (1/7). Tampak Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (tengah) menandatangani paket bantuan 4,6 miliar dolar AS untuk menangani imigran dari Amerika Tengah di perbatasan AS-Meksiko, Senin (1/7). Tampak Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar.

Foto: AP Photo/Carolyn Kaster
AS memulai operasi deportasi besar-besaran pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memulai gelombang deportasi besar-besaran pekan ini. Operasi itu mengincar keluarga imigran yang berada di kota-kota besar seluruh AS.

Baca Juga

Penangkapan imigran dimulai pada Ahad (14/7), tapi pada Sabtu (13/7) lalu Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) sudah mengambil tindakan di kotanya. Tapi banyak warga AS yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Trump ini.

Belasan gereja di Los Angeles mendeklarasikan diri mereka sebagai tempat perlindungan bagi keluarga imigran. Direktur Organisasi Clergy and Laity United for Economic Justice Guillermo Torres, Senin (15/7), mengatakan semakin banyak gereja yang bergabung dalam upaya menyelamatkan imigran ini dibanding sebelumnya.

Torres mengatakan belum ada laporan ada imigran yang ditangkap. Pastor Fred Morris mengatakan ancaman Trump telah menyebar ketakutan di masyarakat.

Morris mengatakan ia telah menasihati jemaatnya yang sebagian besar Hispanik apa yang harus dilakukan ketika petugas ICE menyambangi rumah mereka. Tindakan itu adalah jangan bukakan pintu dan menjawab pertanyaan mereka.

Banyak rumah ibadah di kota-kota lainnya yang mendeklarasikan diri mereka sebagai tempat perlindungan imigran. Sekelompok pensiunan dan aktivis di Chicago melakukan patroli dengan sepeda mencari petugas ICE yang sedang menanggapi imigran.

Sebanyak 65 orang mengambil bagian dalam patroli tersebut. Mereka fokus di lingkungan yang banyak dihuni imigran di Albany Park yang terletak di sebelah utara kota itu.

Petugas federal belum mengungkapkan detail operasi mereka. Imigran di AS berada di ujung tanduk setelah Trump mengumumkan operasi deportasi besar-besaran yang diperkirakan mengincar 2.000 orang di sembilan kota besar termasuk Chicago.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA