Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Seorang Neo-Nazi di AS Dipenjara Seumur Hidup

Selasa 16 Jul 2019 10:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Neo-Nazi (ilustrasi)

Neo-Nazi (ilustrasi)

Foto: uncyclopedia.wikia.com
Seorang Neo-Nazi di AS membunuh pengunjuk rasa di Charlottesville.

REPUBLIKA.CO.ID, CHARLOTTESVILLE -- Hakim negara bagian Virginia, Amerika Serikat (AS) menjatuhi hukuman seumur hidup untuk neo-Nazi yang membunuh pengunjuk rasa di Charlottesville dua tahun lalu. Ia menabrak pengunjuk rasa yang memprotes pawai supremasi kulit putih dua tahun yang lalu. 

James Fields mengaku dirinya sebagai neo-Nazi. Ketika juri menyatakan dirinya bersalah atas dakwan pembunuhan dan melukai 8 orang lainnya hakim Richard Moore yang memimpin persidangan menjatuhi hukuman seumur hidup ditambah 419 tahun penjara. 

Baca Juga

"Pak Fields, Anda pantas menerima vonis yang diberikan juri, apa yang Anda lakukan adalah tindakah terorisme," kata Moore, Selasa (16/7). 

Fields warga Maumee, Ohio datang ke persidangan dengan pakaian penjara. Ia sudah divonis seumur hidup tanpa syarat setelah menyatakan tidak bersalah pada bulan Maret lalu atas kejahatan yang ia lakukan pada 12 Agustus 2017 lalu. 

Korban tewas Heather Heyer, 32 tahun pengunjuk rasa yang memprotes pawai supremasi kulit putih. Serangan Fields juga melukai 8 orang lainnya. 

Dalam pernyataannya yang dibacakan di pengadilan ibu Hayer, Susan Bro mengatakan ia berharap Fields menemukan pencerahan di penjara. "Tapi saya juga berharap ia tidak pernah melihat cahaya siang di luar penjara," kata Bro. 

Pernyataan beberapa korban lainnya juga dibacakan dipengadilan. Fields menabrakkan mobil ke arah kerumunan orang ketika pengunjuk rasa bentrok dengan supremasi kulit putih dan neo-Nazi. 

Saat itu, supremasi kulit putih dan neo-Nazi berkumpul di Charlottesville untuk pawai 'Unite the Right'. Sekelompok orang melakukan unjuk rasa balasan. Ketika mobil ditabrakkan polisi sudah menyatakan pawai neo-Nazi melanggar hukum dan mengusir mereka dari taman kota. 

Para supremasi kulit putih dan neo-Nazi itu melakukan pawai untuk memprotes pemindahan dua jenderal pasukan Konfederasi selama Perang Sipil AS. Malam sebelumnya Unite the Right sudah melakukan pawai di dekat kampus University of Virginia. 

Mereka meneriakkan kata-kata rasialis dan anti-Semit. Acara tersebut menjadi titik balik kebangkitan 'alt-right' atau ekstremis kanan AS, kelompok yang menjadi basis massa Donald Trump. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA