Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Korut Kecam Rencana Latihan Militer Gabungan AS dan Korsel

Rabu 17 Jul 2019 03:36 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nur Aini

Militer Korsel

Militer Korsel

Korut menilai latihan militer gabungan antara AS dan Korut memprovokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara memberikan peringatan atas latihan militer yang direncanakan Amerika Serikat dan Korea Selatan bulan depan. Korea Utara menganggap latihan militer bersama itu dapat membahayakan pembicaraan nuklir antara Korea Utara dan AS. 

Dalam sebuah pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, latihan gabungan itu melanggar kesepakatan antara Donald Trump dan Kim Jong-un pada 2018 di Sungapura. Mereka juga mengisyaratkan akan melanjutkan uji coba nuklir jika latihan itu dilanjutkan.

Baca Juga

"Dengan AS secara sepihak mengingkari komitmennya, kami secara bertahap kehilangan pembenaran kami untuk menindaklanjuti komitmen yang kami buat dengan AS," kata kementerian luar negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan dilansir Aljazirah, Rabu (17/7). 

Itu adalah pernyataan pertama dari Pyongyang tentang negosiasi sejak Trump dan Kim, yang sebelumnya telah menyetujui dimulainya kembali perjanjian pada pertemuan mendadak di Zona Demiliterisasi pada Juni lalu, setelah berbulan-bulan menemui jalan buntu. Selama pertemuan itu, Trump melangkah ke wilayah Korea Utara di desa perbatasan Panmunjom, menjadi presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di tanah Korea Utara.

"Jika latihan militer benar-benar berjalan, itu akan memengaruhi pembicaraan tingkat kerja DPRK-AS," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara dalam komentar yang disiarkan kantor berita negara KCNA. 

Pejabat itu menggambarkan latihan bulan depan sebagai sebuah pelanggaran dari pernyataan bersama yang ditandatangani oleh para pemimpin di Singapura. Mereka juga menyebut latihan tahunan itu sebagai aksi provokatif, mengingat banyaknya tentara yang disiapkan. 

Setiap tahunnya, sekitar 30 ribu tentara AS ditempatkan di Korea Selatan ditambah puluhan ribu tentara Korsel terlibat dalam latihan militer bersama. Latihan tersebut kerap memanasi Korut.

Setelah KTT Singapura, Trump mengumumkan penangguhan latihan militer bersama antara AS dengan Korea Selatan. Namun, Korea Utara masih terus mengeluhkan adanya latihan-latihan kecil antara dua negara tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA