Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Turki Beli S-400 Rusia, Trump Salahkan Obama

Rabu 17 Jul 2019 11:14 WIB

Rep: Lintar Satria/Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Roosevelt Room Gedung Putih, Selasa, 16 Mei 2017 di Washington.

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Roosevelt Room Gedung Putih, Selasa, 16 Mei 2017 di Washington.

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Hubungan AS-Turki tegang karena Turki membeli rudal S-400 dari Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mengkritik Turki atas pembelian sistem pertahanan S-400 dari Rusia. Pembelian Turki tersebut ditentang Pentagon dan NATO karena tidak bisa diintegrasikan dengan sistem pertahanan milik NATO.

Trump mengatakan pembelian tersebut terpaksa terjadi karena langkah yang dilakukan mantan presiden Barack Obama. Trump mengatakan ia mengerti mengapa Turki membeli misil Rusia.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden (Recep Tayyep) Erdogan," kata Trump, seperti dilansir dari Aljazirah, Rabu (17/7).

Ia tidak menyinggung tentang sanksi dari Washington. Sebelumnya, AS mengancam akan memberikan sanksi kepada Turki jika mereka melanjutkan pembelian sistem pertahanan dari Rusia.

Trump mengatakan Pentagon telah menangguhkan partisipasi Turki dalam program produksi dan pembelian pesawat jet F-35. Turki berpartisipasi dalam produksi salah satu bagian dari pesawat jet buatan Loockheed Martin itu.

"Karena mereka memiliki sistem misil yang buatan Rusia, sekarang mereka dilarang membeli lebih dari 100 pesawat, saya akan katakan Loockheed tidak akan senang, itu pekerjaan yang banyak," kata Trump.  

Para analis dan mantan pejabat menilai, hasilnya kini ditunda oleh presiden sendiri. Memang, setelah berbulan-bulan pemerintahan Trump bersumpah Turki akan menghadapi sanksi karena membeli pertahanan Rusia, tindakan hukuman itu hingga kini belum terlaksana.

"Presiden (Trump) adalah penyebab yang jelas dari penundaan itu. Dia tidak ingin menarik pelatuk pada sanksi pembelian jet tempur F-35 Turki. Di tempat pertama, dia punya afinitas yang disayangkan untuk Erdogan," kata seorang penasihat senior di Yayasan Pertahanan Demokrasi John Hannah, dilansir CNN, Rabu (17/7).

Hannah juga mencatat pada pertemuan G-20 Juni di Jepang, Trump melemahkan pembuat kebijakan AS ketika ditanya tentang pembelian S-400. Trump, kata dia menyalahkan pemerintahan Obama.

Kendati demikian, pejabat pemerintahn AS termasuk Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton berusaha menerapkan sanksi ke Turki. Namun, Trump berupaya menjaga hubungan dengan Erdogan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA