Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Diplomat Senior AS Tengahi Perselisihan Korsel dan Jepang

Rabu 17 Jul 2019 14:10 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Seorang demonstran Korea Selatan (Korsel) merobek foto Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di depan Kedubes Jepang di Seoul, Rabu (17/7). Protes dilakukan mengecam keputusan Jepang membatasi ekspor ke Korsel.

Seorang demonstran Korea Selatan (Korsel) merobek foto Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di depan Kedubes Jepang di Seoul, Rabu (17/7). Protes dilakukan mengecam keputusan Jepang membatasi ekspor ke Korsel.

Foto: AP Photo/Ahn Young-joon
Ketegangan diplomatik Jepang-Korsel terus meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Diplomat senior Amerika Serikat (AS) untuk kebijakan Asia Timur David Stilwell, akan bertemu dengan para pejabat di Seoul, untuk menengahi pertikaian ekonomi dan politik antara Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Perselisihan antara Korsel dan Jepang dapat mengancam pasokan chip dan smartphone atau ponsel pintar secara global.

Ketika ditanya apakah AS akan berperang menyelesaikan perselisihan tersebut, Stilwell tidak menanggapi secara langsung. Dia mengatakan akan terlibat dalam semua masalah yang terkait dengan Korsel dan AS.

"Kita terlibat dalam semua masalah yang terkait dengan Korsel dan AS," ujar Stilwell, dikutip dari kantor berita Yonhap, Rabu (17/7).

Pekan lalu, Stilwell mengatakan kepada NHK AS tidak akan campur tangan dalam perselisihan tersebut. Sebaliknya, Washington mendorong dialog antara kedua belah pihak menyelesaikan persoalannya.

Menteri Keuangan Korsel Hong Nam-ki mengulangi seruannya kepada Jepang untuk mengakhiri pembatasan ekspor bahan baku berteknologi tinggi. Dia menambahkan, Korsel ingin membuat rantai pasokannya secara lebih mandiri.

"Pemerintah sedang mengerjakan rencana komprehensif mengurangi ketergantungan negara itu pada industri material, komponen dan peralatan Jepang dan akan segera mengumumkannya," ujar Hong pada awal rapat terbatas menteri-menteri ekonomi.

Sebelumnya, Korsel meminta bantuan AS dalam sengketa pembatasan ekspor bahan baku berteknologi tinggi dengan Jepang. Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha telah membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melalui telepon.

Kang menyampaikan pandangannya pembatasan perdagangan oleh Jepang dapat merusak rantai pasokan global, dan kerja sama trilateral antara kedua negara. Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan, Pompeo memahami posisi Korsel dan sepakat untuk membantu memfasilitasi komunikasi melalui saluran diplomatik antara Washington, Seoul, dan Tokyo.

Dalam beberapa pekan terakhir ketegangan diplomatik dua negara karena kerja paksa di masa Perang Dunia II terus meningkat. Juru bicara pemerintah Jepang mendesak Korsel mengambil langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah perburuhan, yang dihidupkan kembali oleh putusan pengadilan Korsel akhir tahun lalu. Dalam putusan tersebut, perusahaan Jepang diminta untuk membayar kompensasi.

Ketegangan antara dua sekutu terbesar AS di Asia itu mengancam pasokan chip global. Para pejabat Jepang mengatakan bahan-bahan tersebut hanya dapat diekspor ke mitra dagang yang dapat dipercaya. Media Jepang mengatakan, Korsel melanggar sanksi internasional dengan mengekspor barang-barang terlarang ke Korea Utara (Korut). Korsel membantah tuduhan tersebut, dan menyatakan tidak ada transaksi ilegal terhadap bahan kimia yang diimpor dari Jepang.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA