Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

AS Tuntut Arab Saudi Bebaskan Kritikus Raif Badawi

Jumat 19 Jul 2019 04:57 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Teguh Firmansyah

Wapres AS Mike Pence

Wapres AS Mike Pence

Foto: AP
AS menilai Raif Badawi sebagai sosok yang berdiri kuat membela kebebasan beragama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat meminta kepada Arab Saudi, Eritrea, Mauritania, dan Pakistan untuk membebaskan para pembangkang negara yang ditahan. Salah satu yang diminta untuk dibebaskan yakni seorang kritikus sekaligus blogger Raif Badawi yang kini dipenjara di Arab Saudi.

Baca Juga

Wakil Presiden AS, Mike Pence pada Kamis (18/7) memanggil perwakilan Arab Saudi untuk menyampaikan permintaan tersebut. Mike bahkan mendesak Arab Saudi untuk membebaskan Badawi.

"Keempat orang ini (salah satunya Raif Badawi) telah berdiri kuat membela kebebasan beragama. Meskipun, ada tekanan yang tak terbayangkan. Orang-orang Amerika mendukung mereka," kata Pence seperti dikutip dari Aljazirah, Jumat (19/7).

Pence mengatakan, AS menyerukan keempat negara tersebut untuk menghormati kebebasan hati nurani serta membiarkan orang-orang tersebut bebas dari hukuman. 

Badawi sebelumnya membuat situs blog bernama Free Saudi Liberals dan ditangkap pada Juni 2012 silam akibat melakukan pelanggaran yang mencakup kejahatan dunia maya. Badawi juga tidak mematuhi ayahnya, perilaku tersebut di Arab Saudi dianggap sebagai pelanggaran.

Jaksa kemudian menuntut Badawi karena Badawi sekaligus dianggap telah murtad dan hampir dikenakan hukuman mati. Badawi kemudian dijatuhi hukuman penjara pada tahun 2014 selama 10 tahun penjara.

Tak hanya itu, ia juga didenda sebesar 267 ribu dolar dan dihukum seribu cambukan. Hukuman cambukan terhadap Badawi dilakukan pada tahun 2015 di hadapan publik dan menimbulkan kemarahan dunia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA