Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib Diizinkan Kunjungi Israel

Sabtu 20 Jul 2019 05:22 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Dari kiri ke kanan, anggota Kongres perempuan AS yang merupakan warga keturunan Rashida Tlaib dari daerah pemilihan Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Alexandria Ocasio-Cortez dari New York merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai mereka dalam konferensi pers di Capitol, Washington, Senin (15/7).

Dari kiri ke kanan, anggota Kongres perempuan AS yang merupakan warga keturunan Rashida Tlaib dari daerah pemilihan Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Alexandria Ocasio-Cortez dari New York merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai mereka dalam konferensi pers di Capitol, Washington, Senin (15/7).

Foto: AP Photo/J. Scott Applewhite
Omar dan Tlaib diketahui mendukung gerakan BDS terhadap Tel Aviv

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Ilhan Omar dan Rashida Tlaib dilaporkan akan diizinkan melakukan kunjungan resmi ke Israel. Omar dan Tlaib diketahui mendukung gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Tel Aviv.

“Karena menghormati Kongres dan aliansi besar antara Israel dan Amerika, kami tidak akan menyangkal masuknya wanita-wanita Kongres (pendukung) BDS,” kata utusan AS untuk Israel Ron Dermer, seperti dilaporkan media Israel, Haaretz, Jumat (19/7).

Omar dan Tlaib tengah menjadi sorotan AS. Selain karena menjadi wanita Muslim pertama yang berhasil meraih kursi untuk duduk di Kongres, mereka baru-baru ini menjadi sasaran komentar rasialis Trump.

Pada Ahad lalu, Trump, melalui akun Twitternya mengatakan terkesan oleh para wanita Demokrat yang duduk di Kongres. “Yang awalnya berasal dari negara-negara yang pemerintahannya merupakan bencana total, yang terburuk, paling korup, dan tidak kompeten di mana pun di dunia, sekarang dengan keras dan ganas memberitahu rakyat AS, bangsa terbesar dan paling kuat di bumi, bagaimana pemerintah kita harus dijalankan,” katanya.

Dia pun mempertanyakan mengapa mereka tidak kembali ke tempat asalnya dan memperbaiki kerusakan yang terjadi di sana. “Kalau begitu kembali dan tunjukkan pada kami bagaimana hal itu dilakukan,” ujar Trump.

Dalam cicitannya, Trump memang tak menyebut siapa anggota Kongres dari Partai Demokrat yang dimaksud. Namun pernyataannya diyakini ditujukan untuk Tlaib, Omar, dan dua anggota Kongres lainnya, yakni Alexandria Ocasio-Cortez serta Ayanna Pressley. Tlaib diketahui merupakan pengungsi Palestina dan Omar lahir di Somalia.

House of Representative AS pun telah menerbitkan resolusi yang mengecam pernyataan Trump.  Resolusi itu berbunyi "House sangat mengutuk komentar rasialis Presiden Donald Trump yang telah melegitimasi dan meningkatkan ketakutan serta kebencian terhadap orang Amerika baru dan orang kulit berwarna."

 Seusai pemungutan suara, Ketua House of Representative Nancy Pelosi turut menyuarakan amarahnya atas pernyataan Trump. "Komentar-komentar dari Gedung Putih ini memalukan, menjijikan, dan komentar-komentar ini rasialis," kata dia.

Pelosi menyerukan agar semua anggota House mengecam Trump. "Setiap anggota lembaga ini, Demokrat dan Republik, harus bergabung dengan kami dalam mengutuk cicitan rasialis presiden," ujarnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA