Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Twitter Tutup Sejumlah Akun Kantor Berita Iran

Ahad 21 Jul 2019 10:13 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Republika
Twitter menyebut penutupan kantor berita Iran terkait pelecehan agama minoritas.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Twitter menutup beberapa akun kantor berita Iran. Penutupan dilakukan karena akun-akun tersebut dinilai telah melecehkan orang-orang yang menganut agama Baha'i.

Baca Juga

Dilansir di BBC, Ahad (21/7), Young Journalists Club (YJC) yang dikelola stasiun televisi IRIB, kantor berita pemerintah Iran IRNA, dan Mehr menjadi akun yang ditutup. Sementara kantor berita Fars dan stasiun televisi berbahasa Inggris Press TV tetap aktif.

Kantor-kantor berita yang ditutup berspekulasi penutupan berkaitan dengan liputan mereka atas ketegangan yang terjadi di kawasan. Mereka yakin mereka dihukum karena melaporkan Iran menyita kapal tanker berbendera Inggris pada Jumat (19/7) lalu.

"Walaupun keterkaitan antara dua peristiwa ini belum pasti, tapi banyak pengguna yakin ini terjadi karena tekanan Inggris terhadap operator jaringan sosial tersebut," kata YJC dalam situs mereka yang berbahasa Farsi. 

Di situs mereka kantor berita semiresmi Merh juga menyakini hal yang sama. "Akun Twitter ditutup setelah mempublikasikan Garda Revolusi Iran menyita kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz," tulis Mehr.

Sumber Twitter mengonfirmasi beberapa akun kantor berita Iran ditutup sementara. Alasannya mereka melakukan pelecehan terkoordinasi terhadap orang-orang yang beragama Baha'i, minoritas di Iran.

Kelompok Baha'i mengatakan penganut agama mereka telah dibunuh sejak 1980-an. Lebih banyak lagi dari mereka yang dipenjara dan disiksa.

Walaupun ada sekitar 30 ribu orang penganut Baha'i di Iran, tapi negara itu tidak mengakuinya sebagai agama resmi. Organisasi kemanusiaan Human Rights Watch (HRW) mengatakan penganut agama Baha'i kerap dipersekusi dan dipenjarakan.

HRW mengatakan akses pendidikan penganut Baha'i sangat dibatasi. Mereka dilarang masuk ke universitas. Jika ada mahasiswa yang terbukti menganut agama Baha'i maka mereka akan dikeluarkan.

BBC melaporkan Twitter memang tidak dapat diakses di Iran. Tapi banyak rakyatnya yang mengakses situs mikroblog itu menggunakan VPN.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA