Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Rencana Perdamaian AS Ingin Hilangkan Identitas Palestina

Selasa 23 Jul 2019 01:07 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

 Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Foto: AP
Rencana perdamaian AS dinilai merugikan dan berbahaya bagi Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan rencana perdamaian Israel-Palestina yang digagas Amerika Serikat (AS) merupakan plot berbahaya. Sebab dalam rencana tersebut, Washington hendak mendamaikan kedua negara melalui pembangunan yang berasal dari investasi internasional.

Menurut Khamenei, rencana perdamaian AS itu sangat merugikan dan berbahaya bagi Palestina. “Plot berbahaya ini bertujuan menghilangkan identitas Palestina di antara orang-orang Palestina,” kata dia pada Senin (22/7).

Baca Juga

Oleh sebab itu, dia berpendapat, rencana perdamaian AS harus ditolak. “Ini adalah poin utama yang harus ditentang dan tidak memungkinkan mereka untuk menghilangkan identitas Palestina menggunakan uang,” ujar Khamenei.

Bulan lalu, AS telah menghelat konferensi ekonomi bertajuk “Peace for Prosperity” di Manama, Bahrain. Dalam kegiatan tersebut, penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner merilis rencana perdamaian Israel-Palestina bagian pertama yang telah lama dinanti dunia Arab.

Dalam rencana itu, Kushner berusaha menarik negara-negara donor serta investor untuk menyumbangkan dana sebesar 50 miliar dolar AS. Jika dana itu terkumpul, sekitar 28 miliar dolar di antaranya akan dialokasikan untuk wilayah Palestina, yakni Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sementara sisanya akan digelontorkan untuk Yordania (7,5 miliar dolar), Mesir (9 miliar dolar), dan Lebanon (6 miliar dolar). 

Dana sebesar 28 miliar dolar untuk Palestina rencananya digunakan untuk membiayai 179 proyek infrastruktur. Salah satunya adalah pembangunan jalur transportasi yang akan menghubungkan Tepi Barat dan Jalur Gaza. 

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengecam konferensi ekonomi di Bahrain. Dia mengisyaratkan menolak solusi ekonomi yang diusulkan AS. "Uang itu penting. Ekonomi penting. Tapi politik lebih penting. Solusi politik lebih penting," kata Abbas.

Abbas menegaskan bahwa perdamaian dengan Israel hanya dapat tercapai jika tuntutan politik negaranya terpenuhi. Dalam konteks tersebut adalah pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA