Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Donald Trump: AS Bisa Hapus Afghanistan dalam 10 Hari

Selasa 23 Jul 2019 14:25 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump.

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Pakistan akan membantu AS dalam mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, AS dapat memenangkan perang dengan Afghanistan hanya dalam waktu sepekan. Meski, ia sebenarnya tidak ingin membumihanguskan Afghanistan.

"Saya bisa memenangkan perang itu dalam sepekan," kata Trump saat ia bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Gedung Putih, Senin (22/7). 

Baca Juga

"Afghanistan akan terhapus dari muka bumi dalam 10 hari. Saya tidak ingin menempuh jalan itu. Saya tidak ingin membunuh 10 juta orang, Afghanistan bisa saja terhapus dari muka bumi ini," kata Trump, dilansir Russia Today, Selasa (23/7).

Trump mengatakan, Pakistan akan membantu membebaskan AS dari perang yang panjang di Afghanistan yang sebelumnya melibatkan pemerintah. "Kami telah berada di sana selama 19 tahun, dan kami telah bertindak sebagai polisi, bukan tentara," kata Trump. 

Trump telah menarik pasukan AS dari solusi Afghanistan. Meski, dia juga berharap ada pembicaraan dengan Taliban soal perdamaian dalam beberapa hari mendatang.

PM Pakistan mengatakan, langkah menarik pasukan tersebut adalah langkah terdekat dengan perjanjian damai. Khan juga berharap dalam beberapa pekan mendatang pemerintah Afghanistan akan setuju untuk mengarahkan pembicaraan dengan Taliban.

Presiden Trump memuji bantuan Pakistan dalam memajukan perundingan damai di Afghanistan. Trump berbicara di Oval Office bersama PM Khan, yang pada kunjungan resmi pertama Khan ke Washington berusaha untuk menghidupkan kembali hubungan kedua negara yang sempat retak.

Dilansir Channel News Asia, Pakistan adalah sponsor utama Taliban ketika mengambil alih kekuasaan di negara tetangga Afghanistan selama 1990-an. Pengaruhnya terhadap Taliban dipandang sebagai kunci dalam memfasilitasi penyelesaian politik dengan pemerintah Presiden Ashraf Ghani. Taliban telah melancarkan pemberontakan sejak diusir dari kekuasaan oleh pasukan pimpinan AS pada 2001.

"Kami telah membuat banyak kemajuan selama beberapa pekan terakhir, dan Pakistan telah membantu kami dengan kemajuan itu," kata Trump.

"Banyak hal yang terjadi di AS, dan saya pikir banyak hal besar akan terjadi di Pakistan di bawah kepemimpinan Anda," tambah Trump.

Menanggapi Trump, Khan yakin bahwa menurutnya tidak ada yang percaya dengan solusi militer. "Saya harus memuji Presiden Trump, karena dia sekarang telah memaksa orang untuk mengakhiri perang," kata Khan.

Khan juga meminta Trump menengahi konflik Kashmir yang telah berlangsung beberapa dekade oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Trump pun akan dengan senang hati membantu, tetapi klaimnya dengan cepat ditolak oleh New Delhi.

Sementara itu, Perwakilan Perdamaian AS Zalmay Khalilzad telah mengadakan pembicaraan dengan Taliban. Pembicaraan utamanya bertujuan untuk mencapai kesepakatan prinsip damai pada Januari tentang penarikan pasukan asing dari Afghanistan. Namun, banyak masalah masih belum terselesaikan. "Jelas semua pihak ingin mengakhiri perang," kata Khalilzad saat itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA