Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Cegah Pembajakan Iran, Inggris Rencanakan Misi Maritim Eropa

Selasa 23 Jul 2019 03:43 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt.

Foto: Sky News
Garda Revolusi Iran membajak kapal tanker Inggris Srena Impero di Selat Hormuz

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris tengah menyusun rencana dengan sujumlah negara eropa lainnya demi memastikan keamanan setiap kapal berbendara Inggris ketika melintasi Selat Hormuz. Rencana ini disusun menyusul dibajaknya kapal berbendara Inggris oleh Iran di sana.

Garda Revolusi Iran membajak kapal Srena Impero di Selat  Hormuz pada Jumat (19/7) lalu. Sedangkan dua pekan sebelumnya, Pasukan Marinir Inggris menagkap satu kapal tanker Iran di lepas pantai Gilbraltar, sebelah selatan Spanyol.

"Di bawah hukum internasional, Iran tidak memliki hak untuk menghalangi kapal yang melintas apalagi menaikinya. Itu adalah tindakan pembajakan oleh negara," kata Menteri Luar Neger Inggris Jeremy Hunt kepada Parlemen Inggris, Senin (22/7).

Untuk itu, kata Hunt, pihaknya kini sedang berupaya untuk mencari negara eropa lain yang ingin bekerja sama dalam membuat kemanana maritim dari sergapan pasukan Iran. Pihaknya kini telah mejalin komunikasi dengan sejumlah negara Eropa dalam 48 jam terkhir.

"Misi proteksi ini ditujukan untuk melindungi setaip kru maupun kargo di wilayah vital," ucapnya, seperti dilansir Reuters.

Hunt menambahkan, pihaknya juga akan berupaya agar rencana ini menjadi pelengkap atas rencana Amerika Serikat (AS) disana. Meski demikian, pihaknya tak akan bergabung dengan rencana AS, lantaran pihaknya masih ingin mempertahankan perjanjian nuklir Iran.

"Misi proteksi maritim ini tidak akan menjadi bagian dari kebijakan AS yang memberikan tekanan maksimal terhadap Iran," ujar Hunt.

Sebagai langkah awal, kata Hunt, Inggris kini memintas semua kapal berbendera Inggris agar melapor kepada pemerintah ketika hendak melintas di Selat Hormuz. "Kami akan menyarankan mereka untuk mengambil jalur teraman atau mungkin menyarankan berlayar dengan konvoi," katanya.

Hunt menyebutkan, rencana proteksi oleh angkatan laut itu tentu tidak bisa diberikan untuk setiap kapal yang hendak melintas di sana. Risiko tertangkap tetap ada bagi kapal-kapal Inggris.

"Tapi risiko itu bisa ditekan secara substantif jika kapal komersial bekerja sama dengan mematuhi instruksi dari departemen transportasi," ujar Hunt.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA