Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Prancis: Iran Harus Patuhi Kesepakatan Nuklir

Rabu 24 Jul 2019 13:48 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Gedung yang disinyalir berpotensi menjadi pengendali nuklir Iran.

Gedung yang disinyalir berpotensi menjadi pengendali nuklir Iran.

Foto: Al Jazeera
Prancis meminta Iran menurunkan ketegangan di kawasan Teluk Persia.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pejabat pemerintah prancis yang bertemu dengan utusan iran menekankan keharusan Teheran menghormati kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang telah mereka langgar. Prancis juga meminta Iran 'untuk membuat sikap yang diperlukan' demi menurunkan ketegangan di kawasan Teluk Persia. 

Baca Juga

Pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Prancis pada Rabu (24/7) mengatakan dalam pertemuan itu utusan Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan pesan Presiden Iran Hassan Rouhani ke Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron dan Rouhani sudah berbicara pada Kamis (18/7) pekan lalu. 

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian yang menemui Araghchi, tengah bekerja sama dengan mitra Eropa Prancis dalam misi memastikan keamanan maritim di Teluk. Kawasan yang tengah bergejolak setelah Iran menyita kapal tanker berbendera Inggris Jumat lalu. 

Le Drian tidak menyinggung 'misi perlindungan maritim' yang diumumkan satu hari sebelum pertemuannya dengan Araghchi. Misi tersebut diajukan Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt. 

Di hadapan anggota legislatif Prancis Le Drian mengatakan pada saat ini Prancis tengah berkerja sama dengan Inggris dan Jerman untuk membentuk inisiatif Eropa. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut apa bentuk inisiatif tersebut. 

"Visinya menentang inisiatif Amerika yang mana memberikan tekanan maksimal terhadap Iran," kata Le Drian.  

Dalam sebuah konferensi pers juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes Von der Muhll mengatakan inisiatif tersebut termasuk 'pengawasan dengan cara yang tepat' demi 'meningkatkan pemahaman situasi di laut'. Pengawasan dilakukan untuk memfasilitasi lalu lintas jalur yang sangat penting bagi perekonomian global.  

Iran menyita kapal tanker Inggris Steno Impero dan menahan 23 awak kapal di Selat Hormuz. Langkah tersebut memperburuk ketegangan antara Iran dan kekuatan-kekuatan Eropa karena Teheran melanggar ketetapan JCPOA. 

Presiden AS Donald Trump menarik AS dari kesepakatan Iran dan enam kekuatan dunia tersebut dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang meningkatkan ketegangan di kawasan. 

Negara-negara yang masih tergabung didalam JCPOA akan mengadakan pertemuan di Vienna pada Ahad mendatang. Pertemuan itu bertujuan untuk menyelamatkan JCPOA. Uni Eropa mengatakan diskusi yang mempertemukan Prancis, Jerman, Inggris, Cina, Rusia, dan Iran itu akan diketuai Uni Eropa. 

"Akan memeriksa isu-isu yang berkaitan dengan implementasi (kesepakatan nuklir) dari segala aspek," kata Uni Eropa dalam pernyataannya tentang pertemuan Vienna. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA