Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

AS Tuding Kontraktor Rusia Kembangkan Spyware Ponsel

Kamis 25 Jul 2019 04:25 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ani Nursalikah

Waspada serangan Malware Mirai.

Waspada serangan Malware Mirai.

Foto: Foxnews
AS dan Barat menuduh pemerintah Rusia dan perusahaannya melakukan serangan siber.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- AS menuduh sebuah kontraktor pertahanan Rusia mengembangkan perangkat lunak canggih. AS menyebut, perangkat lunak itu akan digunakan untuk memata-matai ponsel.

Kontraktor pertahanan yang dimaksud AS adalah Pusat Teknologi Khusus atau Special Technology Center (STC) yang berbasis di St. Petersburg. Perusahaan itu dituding mengembangkan kode yang ditujukan pada sejumlah sasaran pasar, termasuk mereka yang tertarik dengan milisi pemberontak di Suriah yang menjadi sekutu Rusia. Pernyataan itu dilaporkan perusahaan keamanan AS Lookout dalam laporan yang dikutip Reuters, Rabu (24/7).

Lookout, yang berspesialisasi mengamankan perangkat seluler dari serangan siber mengatakan mendeteksi sampel malware yang ditujukan untuk ponsel bersistem operasi Android selama setahun terakhir. Namun, Lookout menolak mengatakan apakah sampel itu sudah ditemukan di ponsel penggunanya atau di negara mana.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya menuduh pemerintah Rusia dan perusahaan-perusahaan kompatriotnya melakukan serangan siber terhadap organisasi di seluruh dunia. Rusia pun telah berulang kali membantah tuduhan yang menurut mereka tidak didukung oleh bukti nyata. Rusia juga enggan menanggapi permintaan komentar atas temuan Lookout. STC juga tak mau menanggapi.

Sementara, penyelidik di Lookout, yang berkantor pusat di San Francisco dan memproduksi perangkat lunak keamanan seluler untuk lembaga pemerintah AS, mengatakan mereka menamai perangkat lunak spyware itu 'Monokle'. Istilah tersebut ditemukan dalam kode perangkat lunak tersebut.

Monokle disebut dapat dioperasikan dari jarak jauh dan dikomunikasikan dengan alamat Protokol Internet yang juga digunakan untuk mengirim perintah ke perangkat lunak defensif yang dibuat oleh STC.

"Monokle adalah perangkat lunak pengawasan canggih dan berfitur lengkap yang telah mengimplementasikan beberapa fitur yang belum pernah kami lihat sebelumnya untuk mengambil data," kata Lookout dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Program ini dapat dipasang pada perangkat korban dengan berbagai cara, termasuk melalui versi aplikasi populer. Dalam beberapa kasus, program tersebut menginstal sertifikat yang memungkinkannya untuk mencegat lalu lintas internet terenkripsi.

Monokle juga disebut mencoba meretas kode pengguna untuk membuka kunci perangkat. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada STC dan dua perusahaan lain pada 2016 karena terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang memungkinkan kejahatan siber, termasuk memberikan dukungan kepada badan intelijen militer Rusia.  Selama ini, STC lebih dikenal karena memproduksi drone dan peralatan lainnya untuk militer Rusia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA