Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

3 Bom Meledak di Tempat Terpisah Afghanistan, 12 Meninggal

Kamis 25 Jul 2019 17:27 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Nashih Nashrullah

Bom bunuh diri kembali meledak di Pakistan/ilustrasi.

Bom bunuh diri kembali meledak di Pakistan/ilustrasi.

Bom bunuh diri masih sering terjadi di tengah upaya perdamaian.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Tiga ledakan bom terjadi di ibu kota Afghanistan, Kabul, Kamis (25/7). Akibat ledakan tersebut 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. 

Baca Juga

Ledakan pertama diduga menargetkan sebuah bus yang mengangkut pegawai pemerintah di Kabul timur sekitar pukul 8.10 waktu setempat. Ledakan pertama menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 10 lainnya.  

"Pertama, sebuah bom magnet yang ditempelkan ke sebuah minibus meledak, kemudian seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat lokasi serangan bus dan ledakan ketiga terjadi ketika sebuah mobil diledakkan oleh gerilyawan yang tidak dikenal," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan, Nasrat Rahimi, dilansir Aljazirah, Kamis (25/7).  

Rahimi menjelaskan bahwa bus adalah milik Kementerian Pertambangan dan Perminyakan. Dia juga mengatakan, jumlah korban tewas bisa meningkat. Sebab masih dalam pendataan penyelamatan para korban ledakan. 

Sementara, ledakan bunuh diri kedua menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 20 lainnya. Dalam ledakan ketiga, menurut para pejabat Kemendagri, tidak ada korban jiwa.  

Seorang juru bicara Taliban mengklaim bertanggung jawab atas salah satu pengeboman di Kabul. Namun membantah keterlibatan dalam dua serangan lainnya.   

Kelompok bersenjata Taliban dan kelompok bersenjata lain memang terus meluncurkan serangan beberapa hari belakangan, terutama menargetkan pasukan keamanan, bahkan saat mengadakan negosiasi dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri perang 18 tahun di negara itu. 

Seperti diketahui, AS kini tengah bernegosiasi untuk kesepakatan yang akan membuat pasukan asing keluar dari Afghanistan. Imbalannya adalah dengan berbagai jaminan keamanan Taliban, termasuk janji bahwa Afghanistan tidak akan menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok bersenjata. Beberapa pengamat mengatakan Taliban meningkatkan serangan untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar dalam perundingan. 

Sementara itu, di tempat lain di Afghanistan, tujuh warga sipil yang terdiri dari enam wanita dan seorang anak meninggal dunia dalam pengeboman pinggir jalan di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur.  

Sebanyak empat orang lainnya, termasuk seorang wanita terluka dalam insiden yang terjadi di distrik Khogyani, Kamis. Bom di pinggir jalan itu menimpa sebuah bus mini yang membawa sebuah keluarga yang sedang menuju ke sebuah pernikahan.  

Mantan Guburnur Afghanistan di wilayah Sayed Mehrabuddin mengatakan, sedikitnya 35 polisi tewas dalam serangan Taliban terhadap fasilitas di provinsi utara Takhar, Afghanistan. Selain itu, 12 orang termasuk enam polisi, juga terluka dalam pertempuran selama lima jam pada Rabu malam di Distrik Ishkamish.  

Seorang pejabat lain, anggota dewan provinsi Mawlawi Keramatullah, mengatakan bahwa korban tewas mencapai 43 polisi dengan sembilan lainnya hilang. Dia mengatakan pejuang Taliban menguasai pangkalan dan menghancurkannya sebelum pergi. 

N fergi nadira

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA