Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Erdogan Ancam AS karena Dikeluarkan dari Program Jet Tempur

Sabtu 27 Jul 2019 05:39 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: AP Photo/Richard Drew
Turki akan beralih ke tempat lain jika Amerika Serikat tak menjual jet tempur F-35.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan beralih ke tempat lain jika Amerika Serikat tak menjual jet tempur F-35. Ia menambahkan, Ankara berencana untuk mulai menggunakan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia pada April 2020.

Baca Juga

"Apakah Anda tidak memberi kami F-35? Oke, lalu permisi, tetapi kami harus sekali lagi mengambil tindakan tentang masalah itu juga dan kami akan kembali ke tempat lain," kata Erdogan pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunannya di Ankara, dikutip Al Jazirah.

AS mengatakan, pekan lalu pihaknya mengeluarkan sekutu NATO Turki dari program F-35, yang selama ini terancam. Sebab, Ankara telah membeli dan menerima sistem pertahanan rudal S-400 Rusia yang Washington anggap sebagai ancaman.

AS juga mengancam akan menjatuhkan sanksi pada Turki, meskipun Ankara telah mengabaikan peringatan itu. Secara terbuka Erdogan mengatakan, pada Jumat (26/7), tindakan Washington untuk memutuskan Ankara dari program F-35 tidak akan menghalangi pemenuhan kebutuhannya.

Erdogan menjelaskan, dia telah mengangkat masalah dengan rekannya dari AS, Donald Trump. Hal itu berawal dari pertemuan kedua pimpinan negara di KTT G20 di Jepang bulan lalu.

Erdogan berharap para pejabat AS akan "masuk akal" dalam masalah sanksi. Kemudian menambahkan, Turki mungkin juga mempertimbangkan kembali pembelian pesawat Boeing dari AS.

"Bahkan jika kita tidak mendapatkan F-35, kita membeli 100 pesawat Boeing canggih, perjanjian ditandatangani. Saat ini, salah satu pesawat Boeing telah tiba dan kami melakukan pembayaran, kami adalah pelanggan yang baik," jelas Erdogan.

Namun, lanjut dia, apabila keadaan terus seperti ini maka keadaan terus berlanjut. Ia pun harus mempertimbangkan kembali persoalan tersebut. Termasuk mempertimbangkan melakukan pembelian pesawat Boeing. "Pada musim semi mendatang, Insya Allah pada April 2020, kita akan dapat mulai menggunakan sistem ini," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA