Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Lindungi Tanker, Korsel Kirim Unit AL ke Selat Hormuz

Senin 29 Jul 2019 14:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kapal cepat Garda Revolusi Iran mengelilingi kapal tanker minyak berbendera Inggris Stena Impero pada Ahad, 21 Juli 2019 di pelabuhan Iran di Bandar Abbas, setelah kapal itu ditangkap di Selat Hormuz dua hari sebelumnya.

Kapal cepat Garda Revolusi Iran mengelilingi kapal tanker minyak berbendera Inggris Stena Impero pada Ahad, 21 Juli 2019 di pelabuhan Iran di Bandar Abbas, setelah kapal itu ditangkap di Selat Hormuz dua hari sebelumnya.

Foto: Morteza Akhoondi/Tasnim News Agency via AP
Tindakan tersebut diambil untuk membantu patroli tanker yang melintasi Selat Hormuz.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) berencana bergabung dengan pasukan maritim pimpinan AS di Timur Tengah dengan mengirim unit angkatan laut, yang meliputi kapal perusak. Surat kabar Korsel, Senin (29/7) melaporkan tindakan tersebut diambil untuk membantu patroli tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak AS mundur dari kesepakatan nuklir Iran tahun lalu dan kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran. Serangan tanker minyak di Selat Hormuz di lepas pantai Iran dalam beberapa bulan belakangan memperparah hubungan kedua negara. Aksi tersebut memicu pejabat AS menyeru negara-negara sekutu agar bergabung dengan rencana misi keamanan maritim.

Surat kabar bisnis, Maekyung, yang mengutip pejabat tinggi pemerintah yang tak disebutkan namanya, menyebutkan Korsel memutuskan mengerahkan unit kapal antipembajakan Cheonghaeyang beroperasi di perairan Somalia. Kemungkinan kapal akan dilengkapi dengan sejumlah helikopter.

Kementerian Pertahanan Seoul mengatakan pemerintah akan mendalami langkah itu guna melindung tanker-tanker mereka di kawasan tersebut. Namun, hingga kini belum ada keputusan apa pun.

"Jelas kita harus melindungi kapal-kapal kita yang melintasi Selat Hormuz, bukan? Jadi kami sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan," kata juru bicara wakil Kementerian, Ro Jae-cheon, saat konferensi pers mingguan pada Senin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA