Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Inggris Minta Iran Bebaskan Tanker Sitaan

Selasa 30 Jul 2019 00:03 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Kapal cepat Garda Revolusi Iran mengelilingi kapal tanker minyak berbendera Inggris Stena Impero pada Ahad, 21 Juli 2019 di pelabuhan Iran di Bandar Abbas, setelah kapal itu ditangkap di Selat Hormuz dua hari sebelumnya.

Kapal cepat Garda Revolusi Iran mengelilingi kapal tanker minyak berbendera Inggris Stena Impero pada Ahad, 21 Juli 2019 di pelabuhan Iran di Bandar Abbas, setelah kapal itu ditangkap di Selat Hormuz dua hari sebelumnya.

Foto: Morteza Akhoondi/Tasnim News Agency via AP
Iran menyita kapal tanker di Selat Hormuz, setelah Inggris menyita tanker Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris mengatakan jika Iran ingin 'keluar dari kegelapan' mereka harus mematuhi peraturan internasional serta membebaskan  tanker berbendera Inggris yang disita negara Teluk itu. 

Pada 19 Juli lalu, Iran menyita kapal Stena Impero Inggris di Selat Hormuz, dua pekan setelah angkatan laut Inggris menyita tanker Iran di Gibraltar karena melanggar sanksi Uni Eropa untuk Suriah.

Baca Juga

"Jika Iran ingin keluar dari kegelapan dan diterima sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab mereka harus mengikuti sistem peraturan masyarakat internasional," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab kepada Sky News, Senin (29/7). 

Selat Hormuz menjadi jalur pelayaran minyak terpenting di dunia. Penyitaan Steno Impero tersebut memicu Inggris membentuk koalisi angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal yang berlayar di Teluk Persia. 

"Anda tidak dapat menahan kapal asing secara tidak sah," kata Raab. 

Teheran marah karena Amerika Serikat (AS) menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan memberlakukan kembali sanksi terhadap mereka. Iran melihat Inggris dan negara-negara Eropa gagal melindungi kesepakatan tersebut. 

JCPOA meringankan sanksi internasional terhadap Iran. Sebagai gantinya, mereka harus menyerahkan program nuklir mereka. 

Pada pekan lalu Inggris sudah mulai mengirim kapal perang untuk menemani kapal-kapal berbendera Inggris yang berlayar di Selat Hormuz. Perubahan kebijakan tersebut dilakukan pada Kamis (25/7) setelah pemerintah sebelumnya mengatakan tidak memiliki sumber daya untuk melakukan itu.  

Pada Ahad (28/7), Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan sudah mengirim kapal kedua HMS Duncan yang akan menemani kapal-kapal Inggris di Selat Hormuz. Britania Raya sudah mengirimkan HMS Montrose untuk melakukan tugas itu. 

Raab menyatakan pernyataan di hari ketika Garda Revolusi Iran merilis video rekaman penyitaan Steno Impero. Dalam rekaman tersebut Garda Revolusi Iran memperingatkan kapal perang Inggris. 

Rekaman itu dipublikasikan kantor berita semi resmi Tasnim. Rekaman tersebut memperlihatkan Garda Revolusi Iran turun dari helikopter ke geladak kapal. 

Stasiun televisi berbahasa Inggris miliki Iran Press TV mengidentifikasi Garda Revolusi berada di HMS Montrose. "Anda tidak diizinkan untuk mengintervensi masalah ini," kata perwakilan Garda Revolusi Iran. 

"Ini kapal perang Inggris dua tiga enam, saya berada di selat yang diakui internasional dengan kapal dagang yang berada di dekat saya yang melakukan transit pelayaran," jawab seseorang dengan aksen Inggris. 

"Jangan bahayakan nyawa Anda," kata perwakilan angkatan laut Garda Revolusi Iran. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA