Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Peringatkan Iran, Israel Uji Coba Rudal Balistik di Amerika

Senin 29 Jul 2019 08:28 WIB

Rep: LINTAR SATRIA/ Red: Elba Damhuri

PM Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara.

PM Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara.

Foto: telegraph
Sistem pertahanan rudal balistik Arrow-3 telah lolos serangkaian uji coba di Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, sistem pertahanan rudal balistik Arrow-3 telah lolos serangkaian uji coba yang dilakukan di Alaska, Amerika Serikat (AS). Langkah uji coba ini sekaligus menjadi upaya yang dilakukan Israel untuk memperingatkan Iran.

Arrow-3 yang diproduksi bersama perusahaan AS, Boeing Co, berhasil menembak jatuh misil yang terbang dari angkasa. Sistem pertahanan itu menghancurkan misil di ketinggian yang aman. Sistem ini pertama kali lolos uji coba pada 2015 di Laut Mediterania dan mulai dipakai Israel pada 2017.

"Performanya sempurna, menembak tepat ke sasaran," kata Netanyahu yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan Israel dalam pernyataannya setelah mengumumkan tiga uji coba rahasia, Ahad (28/7).

Israel melihat Arrow-3 sebagai benteng pertahanan melawan rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dan Suriah. Sementara itu, Iran sendiri terkunci dalam konfrontasi dengan AS karena program nuklir dan proyek misil mereka.

Pada pekan lalu Washington mengatakan, Iran telah menggelar uji coba misil jarak menengah yang terbang sekitar seribu kilometer. Teheran mengatakan, uji coba tersebut untuk keperluan pertahanan yang mereka butuhkan.

"Hari ini Israel memiliki kemampuan untuk melawan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan dari tempat lainnya. Semua musuh kami harus tahu kami bisa mengalahkan mereka, baik dalam bertahan maupun menyerang," kata Netanyahu.

Uji coba Arrow-3 di Alaska awalnya diperkirakan akan digelar tahun lalu. Namun, uji coba itu akhirnya ditunda setelah ada kesulitan dalam sistem uji coba. Uji coba penuh pertama dijadwalkan pada 2014 tetapi dibatalkan karena perancangnya menyatakan ada kesalahan dalam penerbangan misil yang menjadi targetnya. Uji coba pada akhir 2017 dan awal 2018 juga dibatalkan karena masalah teknis.

Keberhasilan uji coba sistem pertahanan ini di Alaska diakui oleh Israel dan AS sebagai tanda tangguhnya aliansi mereka. Duta Besar AS untuk Israel David Friedman menghadiri pertemuan dengan kabinet Netanyahu dan menonton video bagaimana Arrow-3 menghalau misil.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan, sebagai bagian dai uji coba di Alaska, Arrow-3 juga berhasil disinkronkan dengan radar AN-TPY2 yang dikenal sebagai X-band. Radar ini akan memberikan informasi pada setiap celah di sudut dunia kepada AS. Sementara itu, Israel menyediakan baterainya.

"Kami berkomitmen membantu Pemerintah Israel meningkatkan kemampuan sistem pertahanan rudal nasional untuk menjaga negara Israel dan pasukan AS dari ancaman yang muncul," kata Direktur Badan Pertahanan Rudal Pentagon Wakil Admiral John Hill dalam pernyataannya.

Arrow-3 dan generasi sebelumnya, Arrow-2, berfungsi sebagai sistem pertahanan level tertinggi Israel yang didukung AS. Sistem pertahanan itu untuk menahan berbagai serangan rudal atau roket.

Sistem pertahanan Iron Dome untuk menahan serangan jarak pendek, sementara David Sling untuk menahan tembakan jarak menangah. Sistem pertahanan ini diproduksi oleh beberapa perusahaan, termasuk Israel Aerospace Industries, Rafael Advanced Defense Systems, dan the Elisra Company--anak perusahaan Elbit Systems Ltd.

(reuters/ed: setyanavidita livikacansera)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA