Kamis 01 Aug 2019 03:41 WIB

Pelanggan Tolak Delivery Zomato karena Diantar Muslim

Cara Zomato tangani penolakan pelanggan yang diantar sopir Muslim dipuji.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Indira Rezkisari
Makanan yang dikirim lewat jasa antar.
Foto: Flickr
Makanan yang dikirim lewat jasa antar.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Layanan pencarian dan pengiriman restoran India, Zomato, telah dipuji di media sosial karena tanggapannya terhadap pelanggan Hindu yang menolak menerima pengiriman dari sopir yang tampaknya merupakan seorang Muslim.

Pengguna Twitter @NaMo_Sarkaar mengatakan kepada follower-nya, "Baru saja membatalkan pesanan di @ZomatoIN mereka mengalokasikan pengendara non-Hindu untuk makanan saya, mereka mengatakan mereka tidak bisa mengganti pengendara dan tidak dapat mengembalikan uang pembatalan. Saya bilang Anda tidak bisa memaksa saya untuk mengambil  makanan yang tidak saya inginkan, tidak usah mengembalikan, batalkan saja."

Baca Juga

Dilansir di BBC, Kamis (1/8), disebutkan akun tersebut juga mengunggah cicitan kedua dengan screenshot percakapannya dengan customer service pada aplikasi yang meminta untuk mengganti pengendara. "Kami sedang dalam shravan dan saya tidak perlu pengiriman dari sesama Muslim."

Shravan adalah bulan suci Hindu yang dikhususkan untuk dewa Dewa Siwa. @NaMo_Sarkaar disarankan dalam pesan pribadi bahwa akan dikenakan biaya 237 rupee (Rp 50 ribu) untuk membatalkan pengirimannya di Jabalpur, di India tengah, pada saat itu.

Dia kemudian mengajukan keluhan ke akun Twitter @ZomatoIn. Admin akun tersebut lalu mengunggah, "Makanan tidak memiliki agama. Makanan adalah 'agama'." Dari cicitan itu muncul ribuan suka dan retweet.

Pendiri perusahaan Deepinder Goyal juga merespons di Twitter. "Kami bangga dengan gagasan India, dan keragaman pelanggan dan mitra kami yang terhormat. Kami tidak menyesal kehilangan bisnis yang menghalangi  nilai-nilai kami."

@NaMo_Sarkaar memberi tahu para pengikutnya: "@ZomatoIN memaksa kami menerima pengiriman dari orang-orang yang tidak kami inginkan. Mereka tidak akan mengembalikan uang dan tidak akan bekerja sama. Saya menghapus aplikasi ini dan akan membahas masalah ini dengan pengacara saya."

Sebagian kecil pengguna Twitter setuju dengan reaksinya, umumnya pria tersebut mendapat banyak kritikan. Sementara itu yang lain di Twitter menasihatinya untuk memasak makanannya sendiri, terutama selama bulan keberuntungan.

Pengguna Twitter @kskiyer menanggapi cicitan pertama @NaMo_Sarkaar dengan menyatakan, "Benar-benar sampah. Jika Anda begitu khusus tentang Shravan, masak di rumah, jangan pesan di luar."

Akun @Chandral_ menanggapi dengan komentar. "Serius? Bagaimana jika kokinya seorang Muslim? Bagaimana jika orang yang mengemas pesanan Anda adalah seorang Sikh? Bagaimana jika mereka membeli bahan-bahan dari seorang Kristen? Dari pertanian ke depan pintu Anda, makanan bisa saja tersentuh oleh siapa pun. Anda seharusnya tidak memesan secara daring jika Anda khawatir tentang hal itu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement