Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

AS dan Taliban Lanjutkan Perundingan Damai

Sabtu 03 Agu 2019 17:43 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Pejabat Taliban masuk ke lift ketika mereka menghadiri pembicaraan intra-Afghanistan di Moskow, Rusia, Rabu(6/2/2019).

Pejabat Taliban masuk ke lift ketika mereka menghadiri pembicaraan intra-Afghanistan di Moskow, Rusia, Rabu(6/2/2019).

Foto: AP / Pavel Golovkin
Konflik di Afghanistan telah berlangsung sekitar 18 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Amerika Serikat (AS) dan Taliban akan melanjutkan perundingan perdamaian di Doha, Qatar. Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad telah tiba di sana pada Jumat (2/8) malam waktu setempat.

“Baru saja ke Doha untuk melanjutkan pembicaraan dengan Taliban. Kami sedang mengejar perjanjian damai, bukan perjanjian penarikan (pasukan AS). Perjanjian damai yang memungkinkan penarikan,” kata Khalilzad melalui akun Twitter pribadinya.

Dia mengatakan kehadiran pasukan AS di Afghanistan adalah karena kondisi. Dengan demikian, penarikan apa pun juga akan berdasarkan kondisi. Khalilzad mencatat Taliban telah mengisyaratkan mereka ingin menyimpulkan kesepakatan dengan AS. Washington pun siap membuat kesepakatan yang baik.

Pada Kamis lalu, Khalilzad sempat melakukan kunjungan ke Pakistan. Saat berada di sana, dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi dan Kepala Staf Angkatan Darat Qamar Javed Bajwa.

Pada kesempatan tersebut, Khalilzad menceritakan tentang hasil perundingan antara AS dan Taliban. Islamabad pun menyatakan siap membujuk Taliban untuk melakukan perundingan dengan Pemerintah Afghanistan.

Taliban diketahui telah lama menolak melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Afghanistan. Mereka menyatakan pembicaraan intra-Afghanistan hanya akan berlangsung setelah pasukan asing ditarik keluar dari negara tersebut.

Konflik di Afghanistan telah berlangsung sekitar 18 tahun. Menurut PBB, setidaknya 32 ribu warga sipil tewas selama peperangan di negara tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA