Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Penembakan Massal Marak, NATO: Lone Wolf Harus Dihentikan

Senin 05 Aug 2019 13:54 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Lokasi penembakan di Texas

Lokasi penembakan di Texas

Foto: AP Photo/Andres Leighton
Serangan satu orang atau lone wolf dapat menginspirasi penyerang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, semua negara di dunia harus menghentikan penyebaran serangan yang dilakukan oleh satu orang atau lone wolf. Sebab, insiden serangan lone wolf tersebut dapat menimbulkan inspirasi bagi penyerang lainnya. 

Baca Juga

"Serangan-serangan ini dilakukan oleh lone wolf, tetapi mereka pada saat yang sama terhubung, karena mereka saling terinspirasi dan mereka merujuk satu sama lain dalam manifesto yang berbeda," kata Stoltenberg kepada penyiar TVNZ, Senin (5/8). 

Komentar Stoltenberg muncul ketika terjadi dua penembakan massal pada akhir pekan yang menewaskan 20 orang dan melukai puluhan orang lainnya di Texas dan Ohio. Insiden tersebut menimbulkan seruan untuk mengkontrol kepemilikan senjata api dan memicu kekhawatiran munculnya kebangkitan nasionalisme kulit putih, serta politik xenophobia. 

"Ini menyoroti bahwa kita harus memerangi terorisme dengan berbagai cara, dengan banyak alat yang berbeda," kata Stoltenberg.

Pelaku penembakan di Walmart, Texas menyatakan dukungannya terhadap aksi pria bersenjata yang melakukan aksi serupa di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu. Dukungan tersebut tertulis dalam sebuah manifesto pelaku penembakan di Texas tersebut. 

Stoltenberg melakukan kunjungan selama dua hari ke Selandia Baru. Di negara tersebut, dia mengunjungi dua masjid di Christchurch yang menjadi sasaran tembak dan menewaskan 51 orang. Pelaku penembakan dua masjid di Christchurch yakni Brenton Tarrant diduga sebagai sosok yang memunculkan kembali supremasi kulit putih. Stoltemberg mengatakan, masyarakat harus memperjuangkan nilai-nilai kebebasan, keterbukaan, dan toleransi.

"Kami melihat bahwa banyak teroris adalah salah satu dari kami. Mereka tumbuh di lingkungan rumah, dan mereka berasal dari masyarakat kita sendiri. Jadi ini juga tentang mengatasi akar permasalahan," ujar Stoltenberg. 

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinca Ardern dijadwalkan bertemu Stoltenberg pada Selasa (6/8). Dalam konferensi pers, Ardern mengatakan, komunitas internasional harus bersatu melawan tindakan kebencian, kekerasan, dan terorisme.

"Tentu saja kita bisa melakukan apa yang kita bisa untuk mengalahkan tindakan kebencian, kekerasan dan rasisme di wilayah domestik kita sendiri. Tapi, sebagai komunitas internasional, kita juga harus bersatu melawan tindakan kebencian, kekerasan dan terorisme," ujar Ardern. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA