Selasa 06 Aug 2019 12:00 WIB

Cina akan Balas Rencana AS Sebar Rudal di Asia

AS berencana menempatkan rudalnya di wilayah Asia.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Militer Amerika Serikat (AS) mulai memindahkan sebagian sistem pertahanan antirudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) yang kontroversial ke lokasi penempatannya di Korea Selatan, Rabu (26/4).
Foto: Reuters/Missile Defense Agency
Militer Amerika Serikat (AS) mulai memindahkan sebagian sistem pertahanan antirudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) yang kontroversial ke lokasi penempatannya di Korea Selatan, Rabu (26/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina siap merespons rencana penyebaran rudal jarak menengah Amerika Serikat (AS) di wilayah Asia. Beijing mendesak agar negara-negara Asia berhati-hati atas langkah Washington tersebut.

“Jika AS menyebarkan rudal di bagian dunia ini, di depan pintu Cina, Cina akan dipaksa untuk mengambil tindakan balasan,” kata direktur jenderal departemen pengendalian senjata di Kementerian Luar Negeri Cina Fu Cong pada Selasa (6/8).

Baca Juga

Dia tak secara khusus bagaimana negaranya akan merespons langkah AS. Fu hanya menyatakan bahwa semua opsi akan berada di atas meja.

Fu juga memperingatkan agar negara-negara Asia agar tak menganggap sepele rencana penyebaran rudal AS. “Saya mendesak negara tetangga kita untuk berhati-hati dan tidak mengizinkan penyebaran rudal jarak menengah AS di wilayah mereka,” ujarnya.

AS memang berencana menempatkan rudal jarak menengah di Asia. Hal itu diumumkan setelah AS resmi hengkang dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF). “Ya, saya ingin,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper saat ditanya apakah dia mempertimbangkan menempatkan rudal jarak menengah di Asia, Sabtu (3/8).

Dia menginginkan hal itu dapat direalisasikan dalam waktu beberapa bulan. “Tapi hal-hal ini cenderung memakan waktu yang lebih lama dari yang Anda perkirakan,” ujarnya.

Esper belum memberitahu di mana rudal-rudal itu akan ditempatkan di Asia. Dia hanya menyatakan akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin di Asia selama melakukan kunjungan ke sana. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement