Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Cina akan Balas Rencana AS Sebar Rudal di Asia

Selasa 06 Aug 2019 12:00 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Militer Amerika Serikat (AS) mulai memindahkan sebagian sistem pertahanan antirudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) yang kontroversial ke lokasi penempatannya di Korea Selatan, Rabu (26/4).

Militer Amerika Serikat (AS) mulai memindahkan sebagian sistem pertahanan antirudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) yang kontroversial ke lokasi penempatannya di Korea Selatan, Rabu (26/4).

Foto: Reuters/Missile Defense Agency
AS berencana menempatkan rudalnya di wilayah Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina siap merespons rencana penyebaran rudal jarak menengah Amerika Serikat (AS) di wilayah Asia. Beijing mendesak agar negara-negara Asia berhati-hati atas langkah Washington tersebut.

Baca Juga

“Jika AS menyebarkan rudal di bagian dunia ini, di depan pintu Cina, Cina akan dipaksa untuk mengambil tindakan balasan,” kata direktur jenderal departemen pengendalian senjata di Kementerian Luar Negeri Cina Fu Cong pada Selasa (6/8).

Dia tak secara khusus bagaimana negaranya akan merespons langkah AS. Fu hanya menyatakan bahwa semua opsi akan berada di atas meja.

Fu juga memperingatkan agar negara-negara Asia agar tak menganggap sepele rencana penyebaran rudal AS. “Saya mendesak negara tetangga kita untuk berhati-hati dan tidak mengizinkan penyebaran rudal jarak menengah AS di wilayah mereka,” ujarnya.

AS memang berencana menempatkan rudal jarak menengah di Asia. Hal itu diumumkan setelah AS resmi hengkang dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF). “Ya, saya ingin,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper saat ditanya apakah dia mempertimbangkan menempatkan rudal jarak menengah di Asia, Sabtu (3/8).

Dia menginginkan hal itu dapat direalisasikan dalam waktu beberapa bulan. “Tapi hal-hal ini cenderung memakan waktu yang lebih lama dari yang Anda perkirakan,” ujarnya.

Esper belum memberitahu di mana rudal-rudal itu akan ditempatkan di Asia. Dia hanya menyatakan akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin di Asia selama melakukan kunjungan ke sana. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA