Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Amnesty International Terbitkan Imbauan Perjalanan ke AS

Kamis 08 Aug 2019 13:26 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Lokasi penembakan di Texas

Lokasi penembakan di Texas

Foto: AP Photo/Andres Leighton
Inmbauan perjalanan diterbitkan karena adanya penembakan massal di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Amnesty International mengeluarkan imbauan perjalanan untuk Amerika Serikat (AS), menyusul terjadinya dua insiden penembakan massal di Texas dan Ohio yang menewaskan 30 orang. Amnesty International meminta seluruh warga di dunia untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kembali rencana bepergian ke AS. 

"Travel Advisory ini dikeluarkan sehubungan dengan tingginya tingkat kekerasan bersenjata di negara itu," ujar Amnesty International dalam sebuah pernyataan, dilansir Anadolu Agency, Kamis (8/8). 

Baca Juga

Peringatan tersebut menekankan bahwa risiko menjadi sasaran kekerasan bersenjata dapat menyasar wisatawan, ras, negara asal, latar belakang etnis, maupun orientasi seksual. Amnesty International mengatakan, di bawah hukum hak asasi manusia internasional, AS harus mengatur akses kepemilikan senjata api dan melindungi hak hidup orang banyak. Menurut mereka, pemerintahan Presiden Donald Trump belum mengambil langkah yang memadai untuk mengatur hal tersebut. 

"Di bawah hukum hak asasi manusia internasional, AS memiliki kewajiban untuk memberlakukan berbagai langkah di tingkat federal, negara bagian dan lokal untuk mengatur akses senjata api dan melindungi hak-hak orang untuk hidup dan bergerak bebas tanpa ancaman kekerasan senjata," ujar Amnesty International dalam pernyataannya.

Amnesty International juga merekomendasikan para wisatawan untuk tetap berhati-hati terhadap keberadaan senjata api, dan menghindari tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul. Para wisatawan diperingatkan agar tetap waspada ketika mengunjungi bar dan klub malam di wilayah setempat. 

Sebelumnya, Presiden Trump menyalahkan video game, internet, dan penyakit jiwa sebagai penyebab penembakan massal di Texas dan Ohio. Trump juga mengutuk supremasi kulit putih dan segala bentuk rasisme. 

Dua aksi penembakan massal mengguncang Texas dan Ohio, AS, pada Sabtu (3/8) dan Ahad (4/8). Sekitar 30 orang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan yang berjarak dalam waktu 13 jam dari kejadian pertama. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai terorisme domestik. 

Penembakan pertama terjadi pada Sabtu pagi di kota perbatasan yang mayoritas berpenduduk kulit bewarna (Hispanik) di El Paso. Seorang pria bersenjata melakukan penembakan di Walmart dan menewaskan sekitar 20 orang. 

Sementara, penembakan kedua terjadi di distrik pusat kota Dayton, Ohio pada Ahad pagi. Insiden penembakan ini menewaskan sembilan orang dan melukai sekitar 26 lainnya. Beberapa hari setelah dua insiden penembakan tersebut, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal secara keseluruhan mencapai 30 orang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA