Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Yaman Setujui Gencatan Senjata di Aden

Ahad 11 Aug 2019 11:52 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Foto: Reuters
Aden merupakan pusat pemerintahan Yaman sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, SANA'A -- Dewan Transisi Selatan Yaman menyetujui seruan koalisi Arab untuk gencatan senjata di Aden, Ahad (11/8). Aden merupakan pusat pemerintahan Yaman sementara yang diakui secara internasional.

"Juru bicara Dewan Transisi Selatan (STC) mengkonfirmasi kepatuhan pada gencatan senjata yang diminta oleh pimpinan koalisi," kata pernyataan STC seperti dilansir Alarabiya, Ahad.

Baca Juga

Juru bicara Koalisi Arab yang mendukung pemerintah sah di Yaman telah menyerukan gencatan senjata langsung di Aden. "Koalisi menyerukan gencatan senjata langsung di ibu kota sementara Yaman, Aden mulai dari pukul 1.00 dan kami menegaskan bahwa mereka akan menggunakan kekuatan militer terhadap siapa pun yang melanggarnya," katanya mengutip Saudi Press Agency (SPA).

Koalisi juga meminta semua kelompok militer segera kembali ke posisi dan mundur dari daerah yang telah direbut selama beberapa hari terakhir. Kementerian Luar Negeri Saudi pun pada Sabtu lalu mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pertemuan mendesak antara pihak-pihak yang bertikai di Aden menyusul bentrokan yang terjadi.

"Arab Saudi mengikuti perkembangan besar di ibu kota sementara Yaman," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi melalui twitter resmi.

Pihak Kerajaan mengundang pemerintah Yaman dan semua pihak dalam konflik di Aden untuk mengadakan pertemuan mendesak di Saudi guna membahas perbedaan, memberi kesempatan dialog, melepaskan perpecahan, serta mengakhiri perselisihan hingga bersatu.

"Sikap Kerajaan dalam mendukung pemerintah yang sah dan persatuan dan stabilitas Yaman tetap tidak berubah," ujar Wakil Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman.

Sebelumnya, pemerintah Yaman menuduh STC melakukan upaya kudeta di Aden. Hal itu menyusul langkah militan STC mengambil alih semua kamp militer di kota pelabuhan selatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA