Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Australia Anggarkan 349 Juta Dolar AS Perkuat Militer

Senin 12 Aug 2019 14:17 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Militer Australia.

Militer Australia.

Foto: ABC
Australia berencana membuat unit militer baru untuk melatih dan membantu sekutunya.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia akan mengeluarkan anggaran 340 juta dolar AS untuk meningkatkan kemampuan pasukan khusus. Anggaran tersebut merupakan tahap pertama yang digelontorkan oleh pemerintah dari rencana anggaran sebesar tiga miliar dolar AS untuk 20 tahun mendatang.

Pengeluaran anggaran ini dilakukan untuk memperkuat militer Australia, terutama dalam menghadapi ancaman keamanan di dalam maupun luar negeri. Apalagi Australia sedang berupaya untuk memainkan peran yang lebih menonjol di Pasifik, di mana China mulai berpengaruh di wilayah tersebut.

"Ini akan menjadi bagian yang sangat penting dari komitmen kami, komitmen tunggal terbesar untuk meningkatkan kemampuan pasukan pertahanan kami sejak Perang Dunia Kedua," ujar Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan kepada wartawan di pangkalan militer Holsworthy di Sydney, Senin (12/8).

Pada bulan lalu, Australia berencana membuat unit militer baru untuk melatih dan membantu sekutunya di Pasifik. Pemerintah menyatakan, pengeluaran Australia untuk pertahanan akan mencapai dua persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun fiskal yang berakhir Juni 2021.

"Adalah kepentingan nasional Australia untuk memiliki Indo-Pasifik yang independen dan berdaulat di mana semua bangsa di bagian dunia ini dapat saling berhubungan secara bebas, sesuai dengan norma internasional dan aturan hukum," kata Morrison.

Data Bank Dunia menunjukkan pengeluaran militer Australia sebesar 1,89 persen dari PDB pada 2018. Morrison mengatakan, pemerintah akan menghabiskan 200 miliar dolar Australia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dalam dekade berikutnya.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA