Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Polisi Sebut Insiden di Masjid Norwegia Sebagai Terorisme

Selasa 13 Aug 2019 08:15 WIB

Red: Budi Raharjo

Polisi di sebuah lokasi penembakan di dalam masjid pusat Islam al-Noor di Baerum di luar Oslo, Norwegia, 10 Agustus 2019.

Polisi di sebuah lokasi penembakan di dalam masjid pusat Islam al-Noor di Baerum di luar Oslo, Norwegia, 10 Agustus 2019.

Foto: EPA-EFE/Terje Pedersen
Ada bukti bahwa pelaku memasuki masjid dalam keadaan bersenjata.

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Polisi menginvestigasi penembakan di al-Noor Islamic Center, Distrik Baerum, Norwegia, sebagai percobaan aksi terorisme. Tersangka juga dicurigai sebagai pembunuh adik tirinya yang berusia 17 tahun.

Tersangka, Philip Manshaus (21 tahun), melakukan penembakan di Masjid al-Noor pada Sabtu (10/8). Aksinya mencederai satu orang berusia 75 tahun. Manshaus kemudian berhasil diringkus oleh seorang pria berusia 65 tahun.

"Ada bukti bahwa pelaku memasuki masjid dalam keadaan bersenjata dan dari investigasi sejauh ini menunjukkan bahwa ia memperlihatkan sikap bermusuhan terhadap para imigran telah membuat kepolisian menginvestigasi serangan ini sebagai upaya aksi terorisme," demikian pernyataan polisi, Ahad (11/8).

Deputi Inspektur Polisi Oslo Rune Skjold mengatakan, investigasi diarahkan sebagai upaya serangan teror karena pandangan tersangka. Investigasi menunjukkan, ia memiliki pandangan "ekstremis sayap kanan" dan diduga bersikap memusuhi imigran. Saat ini polisi juga bekerja sama dengan Norwegian Police Security Service, yaitu badan keamanan nasional Norwegia.

"Karena itu, terkait dengan tindakan yang telah dilakukannya, jelaslah bahwa tindakannya menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat," kata Skjold. "Dan berdasarkan pandangan yang disampaikannya di media sosial, artinya bisa dikatakan bahwa kami menginvestigasi ini sebagai upaya percobaan terorisme."

Dalam perkembangan terakhir, tersangka juga tidak mengaku bersalah kepada petugas yang melakukan interogasi. Pengacara pelaku, Unni Fries mengatakan, kliennya menggunakan haknya untuk tidak diinterogasi. "Dia menggunakan haknya untuk tidak diinterogasi. Dia tidak mengakui kesalahan apa pun," ujar Fries, Senin (12/8).

Sebelum melakukan aksi penembakan di Masjid Islamic Center al-Noor, pelaku diketahui telah membunuh saudara tirinya yang berusia 17 tahun. Ketika petugas melakukan pemeriksaan ke kediaman tersangka, mereka menemukan tubuh adik tiri tersangka dalam keadaan meninggal. Namun, tuduhan pembunuhan ini juga dibantah oleh pelaku.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengungkapkan rasa simpatinya kepada penembakan masjid tersebut. Dia mengatakan, masjid dan tempat-tempat ibadah lainnya semestinya menjadi tempat yang paling aman.

Juru bicara masjid, Waheed Ahmed, mengatakan, ketika serangan terjadi, ada tiga orang yang berada di masjid tersebut. Mereka sedang melakukan persiapan untuk menyambut Idul Adha. Masjid itu diperkirakan akan kedatangan 1.000 jamaah pada Idul Adha.

Pada Ahad, puluhan orang berkumpul membuat pagar betis di Masjid al-Noor. Mereka menunjukkan dukungan pada keamanan masjid. n Rizky Jaramayareuters/ap ed: yeyen rostiyani

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA