Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kasus Campak Global Meningkat

Rabu 14 Aug 2019 07:36 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Reiny Dwinanda

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Foto: EPA
WHO mencatat angka kenaikan kasus campak di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kasus campak global meningkat hampir tiga kali lipat dalam tujuh bulan pertama di tahun 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Organisasi Kesehatan Dunia ( who ) pun memperingatkan dunia agar menjaga masyarakatnya dari penyakit ini.

Menurut data baru WHO, 364.808 kasus campak dilaporkan selama tahun 2019. Angka ini naik sebanyak 129.239 dari kasus tahun 2018 yang lalu.

"Jumlah tersebut yang (terdata) tertinggi sejak 2006," kata juru bicara WHO, Christian Lindmeier, dikutip Aljazirah, Selasa (13/8).

Berdsarkan data dari WHO, kasus campak melonjak di seluruh dunia. Wilayah Afrika melonjak 900 persen dalam kasus tahun ke tahun. Sementara itu, di Pasifik barat kasus naik 230 persen.

Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, dan Ukraina mencatat jumlah kasus terbanyak. Sementara itu, Angola, Kamerun, Chad, Kazahstan, Nigeria, Filipina, Sudan, dan Thailand semuanya telah merasakan wabah campak .

Amerika Serikat telah melaporkan 1.164 kasus selama tahun 2019. Sementara itu, kawasan Eropa mendaftarkan hampir 90 ribu kasus.

Baca Juga

Di Madagaskar, kasus yang terdaftar sebanyak 127.500 pada paruh pertama tahun ini. Namun, jumlahnya menurun dalam beberapa bulan terakhir setelah kampanye vaksinasi nasional darurat.

WHO menunjukkan, alasan orang tidak divaksinasi sangat bervariasi setiap negara. Ada yang disebabkan kurangnya akses ke layanan kesehatan, ada pula yang disesatkan dengan informasi yang salah tentang vaksin, atau kesadaran rendah tentang perlunya vaksinasi.

WHO juga mendesak semua orang untuk memastikan vaksinasi campak di negaranya mutakhir. WHO menegaskan bahwa vaksin campak adalah vaksin yang sangat aman dan efektif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA