Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Hillary Clinton Ucapkan Solidaritas ke Demonstran Hong Kong

Rabu 14 Aug 2019 14:38 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Hillary Clinton

Hillary Clinton

Foto: EPA
Demonstrasi di Hong Kong terus berlanjut di bandara.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan kandidat presiden dan menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton memberikan ucapan solidaritas kepada pengunjuk rasa Hong Kong. Sampai kini warga Hong Kong masih melakukan unjuk rasa di bandara. 

Baca Juga

"Semoga kami semua memberikan solidaritas kepada rakyat Hong Kong di saat mereka sedang berbicara atas nama demokrasi, kebebasan, dari penindasan, dan dunia yang ingin mereka lihat," cicit Ibu Negara Presiden Bill Clinton itu di Twitter, Rabu (14/8).

Protes awalnya dimulai untuk menentang terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) ekstradisi yang sekarang ditangguhkan. RUU akan memungkinkan ekstradisi tersangka ke Cina. Tapi kini unjuk rasa itu telah melebar ke seruan yang lebih luas untuk demokrasi.

Pada Rabu pagi, sejumlah pengunjuk rasa tetap bertahan di terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong. Penerbangan tampaknya beroperasi secara normal.

Selasa (13/8), kemarin bandara menutup konter check-in karena pengunjuk rasa mengerumuni terminal dan memblokir akses penumpang yang berangkat. Di hari kelima, pengunjuk rasa menduduki bandara lebih dari 100 penerbangan dibatalkan. 

Maskapai masih berusaha untuk menyelesaikan lebih dari 200 penerbangan pada Senin. Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan telah mendapatkan perintah  untuk menahan orang-orang yang sengaja menghalangi operasi bandara.

"Orang-orang juga dilarang menghadiri atau berpartisipasi dalam demonstrasi atau protes atau acara ketertiban umum di bandara selain di wilayah yang ditunjuk oleh otoritas bandara," kata otoritas bandara Hong Kong, dalam pernyataan mereka. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA