Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Aktivis Remaja Greta Thunberg Berlayar ke New York

Kamis 15 Aug 2019 03:23 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Aktivis perubahan iklim Greta Thunberg (16 tahun) saat konferensi pers di Plymouth, Inggris, Rabu (14/8). Dia akan berlayar selama dua pekan menuju New York.

Aktivis perubahan iklim Greta Thunberg (16 tahun) saat konferensi pers di Plymouth, Inggris, Rabu (14/8). Dia akan berlayar selama dua pekan menuju New York.

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Aktivis berusia 16 tahun itu menumpang kapal pesiar berteknologi tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, PLYMOUTH -- Aktivis lingkungan Greta Thunberg akan berlayar dari Inggris ke New York, Amerika Serikat (AS). Perjalanan ini bagian dari kampanye aktivis remaja itu yang menuntut para pemimpin dunia menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas kebijakan mereka.

Baca Juga

Kapal Malizia II mulai berlayar pada Rabu (14/8) sore. Perahu layar ramping itu mulai menjauh dari Plymouth untuk berlayar dalam perjalanan selama dua pekan.

Aktivis berusia 16 tahun itu menumpang kapal pesiar berteknologi tinggi untuk menghadiri pertemuan perubahan iklim PBB di New York bulan depan dan di Santiago, Chile pada Desember. Ia memutuskan cuti sekolah selama satu tahun untuk berkeliling.

Kapal 18 meter yang ditumpangi Thunberg dilengkapi dengan panel surya dan turbin bawah laut. Teknologi itu menjadikan perjalanan Thunberg menyeberangi samudra Atlantik bebas karbon.

Thunberg mengatakan akan ada tantangan ke depannya, seperti mabuk laut tapi ia menantikan petualangan menuju New York. Gadis yang lahir pada 2003 itu memulai protesnya tahun lalu di depan parlemen Swedia. Ia menuntut pemerintah segera melakukan sesuatu untuk mengatasi perubahan iklim.

Kampanye 'mogok sekolah untuk perubahan iklim' yang ia lakukan pada November 2018 menarik perhatian media-media internasional. Ia menjadi aktivis lingkungan terkemuka. Gerakan ini menyebar ke seluruh dunia setelah Konferensi Perubahan Iklim PBB pada Desember tahun lalu.

Pada 15 Maret 2019 sekitar 1,4 juta siswa sekolah dari 112 negara bergabung dengan gerakan ini. Siswa dari 125 negara kembali menggelar kampanye yang serupa pada 24 Mei 2019.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA