Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Modi: Kashmir akan Berperan Penting dalam Pembangunan India

Kamis 15 Aug 2019 14:21 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri India Narendra Modi.

Perdana Menteri India Narendra Modi.

Foto: Reuters
Modi mengkritik orang India yang menentang pencabutan status istimewa Kashmir.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Perdana Menteri india narendra modi mengatakan, keputusannya untuk mencabut status istimewa kashmir akan mengembalikan wilayah tersebut kepada kejayaan masa lalu. Dia mengatakan, Kashmir akan memainkan peran penting dalam pembangunan India. 

Baca Juga

Saat menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan India, Modi menilai Pasal 370 yang menjadi landasan hukum untuk pemberian status istimewa kashmir justru mendorong korupsi. Modi mengkritik orang-orang India yang menentang pencabutan Pasal 370, dan menuding mereka telah bermain politik. Pemerintahan di masa lalu tidak memiliki keberanian untuk mengambil langkah seperti Modi, karena khawatir terhadap masa depan politik mereka.

"Aku tidak peduli dengan masa depan politikku. Bagiku, masa depan negara adalah yang utama," ujar Modi dilansir BBC, Kamis (15/8). 

Dalam pidatonya, Modi tidak menyinggung perihal pemutusan jaringan komunikasi dan internet yang diberlakukan di Kashmir sejak pekan lalu. Para pejabat mengatakan, pembatasan tersebut saat ini telah dikurangi untuk wilayah Jammu yang mayoritas dihuni oleh umat Hindu. 

Meskipun ada peningkatan keamanan, aksi protes yang menentang pencabutan Pasal 370 ramai digelar di Srinagar yang merupakan ibu kota lembah Kashmir yang mayoritas berpenduduk Muslim. Aksi tersebut digelar pada pekan lalu, tepatnya usai salat Jumat. Namun, polisi setempat mengklaim aksi itu berjalan dengan aman dan tanpa kekerasan. 

Ketegangan antara Islamabad dan New Delhi semakin meningkat setelah India mencabut status khusus Jammu dan Kashmir. Para pemimpin dan warga Kashmir khawatir langkah tersebut adalah upaya pemerintah India untuk mengubah demografi negara mayoritas Muslim. 

Dalam pidatonya pada Rabu (14/8) lalu, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengkritik keras India karena mencabut status istimewa Kashmir. Dia berjanji akan membawa sengketa tersebut di forum internasional.

"Mata dunia tertuju pada Kashmir dan Pakistan. Apa pun yang dilakukan oleh India, kami akan memberi tahu komunitas internasional bahwa Anda yang bertanggung jawab. Apapun forum yang kami dapatkan, saya akan menjadi duta besar dan mengangkat Kashmir di setiap forum," ujar Khan. 

Kashmir merupakan satu-satunya wilayah di India yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, Kashmir terpecah dua, dua per tiga di antaranya dikuasai India, sementara sisanya milik Pakistan. Wilayah itu kemudian dipisahkan dengan garis Line of Control (LoC). Perselisihan akibat sengketa Kashmir telah membuat India dan Pakistan tiga kali berperang, yakni pada 1948, 1965, dan 1971. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA