Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Inggris Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara Israel-Palestina

Jumat 16 Aug 2019 23:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Andri Saubani

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat berpidato di Manchester, Inggris, Sabtu (27/7).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat berpidato di Manchester, Inggris, Sabtu (27/7).

Foto: AP Photo/Rui Vieira
Solusi dua negara diyakini Inggris bisa menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan percakapan via telepon dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis (15/8) malam. Pada kesempatan itu, Johnson kembali mengutarakan komitmen Inggris dalam mendukung solusi dua negara untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Pada awal percakapan, Johnson mengucapkan terima kasih kepada Abbas atas ucapan selamat yang diberikannya sehubungan dengan terpilihnya dia sebagai perdana menteri Inggris. "Johnson mengatakan dia menghargai persahabatannya dengan Presiden Abbas dan hubungan khusus antara kedua negara mereka," kata kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya.

Kemudian perihal konflik Israel-Palestina, Johnson menekankan bahwa posisinya negaranya belum berubah. "Perdana Menteri Inggris menegaskan kembali komitmen Inggris terhadap solusi dua negara dan mengutuk kebijakan pembongkaran rumah (warga Palestina) Israel sebagai pelanggaran hukum internasional," demikian laporan WAFA.

Abbas menyambut baik komitmen Inggris terkait solusi dua negara. Palestina, kata dia, siap bergerak maju dalam mencapai perdamaian sesuai dengan resolusi PBB.

Abbas pun berterima kasih kepada Inggris atas dukungannya untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Sebab dengan bantuan itu, UNRWA masih dapat mempertahankan program serta layanannya.

UNRWA diketahui mengalami krisis sejak Amerika Serikat (AS) menghentikan pendanaan rutinnya untuk lembaga tersebut. Washington merupakan penyandang dana terbesar UNRWA dengan kontribusi rata-rata mencapai 300 juta dolar AS per tahun.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA