Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

China ke Kanada: Berhenti Campuri Urusan Hong Kong

Senin 19 Aug 2019 10:05 WIB

Red: Nidia Zuraya

Ratusan siswa dan guru melakukan aksi unjuk rasa di Hong Kong, Sabtu (17/8).

Ratusan siswa dan guru melakukan aksi unjuk rasa di Hong Kong, Sabtu (17/8).

Foto: AP Photo/Vincent Yu
Kanada terjebak dalam perselisihan diplomatik dengan China sejak bos Huawei ditangkap

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Kedutaan Besar China di Ottawa pada Ahad (18/8) memperingatkan Kanada agar berhenti mencampuri urusan hong kong . Peringatan itu dilontarkan sehari setelah Kanada mengeluarkan pernyataan bersama dengan Uni Eropa untuk membela hak dasar berkumpul bagi warga Hong Kong.

Ratusan ribu pengunjuk rasa antipemerintah menggelar aksi protes damai di Hong Kong pada Ahad (18/8). Aksi protes tersebut memasuki pekan ke-11 yang mendera pusat bisnis di Asia tersebut.

Menjelang aksi protes Ahad (18/8) kemarin, Menteri Luar Negeri Kanada,Chyrstia Freeland bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan "Kebebasan mendasar, yang mencakup hak untuk berkumpul secara damai ... harus terus ditegakkan."

Pernyataan bersama Kanada-Uni Eropa juga menyuarakan keprihatinan soal peningkatan kekerasan serta dorongan kepada semua pihak yang terlibat agar ikut meredakan ketegangan.

Kedubes China menyatakan dalam satu pernyataan di situsnya bahwa Kanada harus segera menghentikan campur tangan dalam urusan Hong Kong dan urusan internal China.

"Dalam situasi saat ini, pihak Kanada harusnya berhati-hati dalam perkataan maupun perbuatan menyangkut isu yang terkait dengan Hong Kong," kata pernyataan juru bicara yang tak disebutkan namanya di Kedutaan Besar China di Kanada.

"Pengunjuk rasa dan aksi protes di Hong Kong memburuk dan berkembang menjadi kekerasan ekstrem. Dalam menghadapi kekerasan dan pelanggaran yang parah seperti itu, tak ada pemerintah yang memiliki tanggung jawab hanya akan duduk diam," bunyi pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Kanada tidak langsung menanggapi peringatan tersebut. Mereka hanya menginformasikan bahwa sekitar 300 ribu warga negara Kanada tinggal di Hong Kong.

Kanada terjebak dalam perselisihan diplomatik dengan China sejak bos keuangan Huawei Technologies Co Ltd, Meng Wanzhou, ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan Amerika Serikat pada Desember lalu di Vancouver.

Tak lama setelah Meng ditangkap, China menahan dua warga negara Kanada, yang hingga kini belum dibebaskan. China juga memblokir impor sejumlah komoditas Kanada.

Baca Juga

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA