Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

12 Ribu Warga India Gelar Aksi Dukung Israel

Selasa 20 Aug 2019 08:35 WIB

Red: Budi Raharjo

Perdana Menteri India Narendra Modi bersama PM Israel Benjamin Netanyahu di New Delhi, India, Senin (15/11).

Perdana Menteri India Narendra Modi bersama PM Israel Benjamin Netanyahu di New Delhi, India, Senin (15/11).

Foto: AP Photo
Di bawah PM Modi dan PM Netanyahu, hubungan India-Israel tunjukkan perubahan positif.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Sekitar 12 ribu warga Kolkata, India, menggelar aksi unjuk rasa untuk memberikan dukungan kepada Israel, akhir pekan lalu. Aksi itu diorganisasi oleh sebuah organisasi akar rumput bernama Singha Bahini.

Presiden Singha Bahini, Devdutta Maji, mengatakan, selama beberapa generasi, umat Hindu telah menghadapi genosida. Dia mengklaim, 400 juta umat Hindu lenyap selama 1.400 tahun terakhir.

"Sebanyak 53 juta umat Hindu hilang begitu saja di Bangladesh. Ini harus berakhir. Kebutuhan umat Hindu untuk menjadi terorganisasi dan melihat inspirasi di negara kecil Israel yang indah, tentang bagaimana mereka menghentikan terorisme di tanah mereka sendiri dan mendukung rakyat mereka sendiri," kata Maji saat diwawancara Jerusalem Herald, dikutip laman Israel National News, Senin (19/8).

Dalam aksi itu, para peserta mengusung plakat bertuliskan 'Kami mendukung orang-orang Yahudi dalam perjuangan selama 2.000 tahun mereka', 'India dan Israel berteman selamanya', dan 'Kami mendukung Israel dalam perang melawan terorisme'.

Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, hubungan India dengan Israel menunjukkan perubahan positif. Ikatan dagang kedua negara menguat. Kontak antarorang atau komunitas di masing-masing negara pun terjalin. Kedua negara mengharapkan hal tersebut dapat mempererat hubungan bilateral mereka. (kamran dikarma, ed: yeyen rostiyani)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA