Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Garda Revolusi Iran Sewa Tanker Tangkapan Gibraltar

Rabu 21 Aug 2019 16:46 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

Kapal minyak (tanker) Iran Grace 1 di Selat Gibraltar, Spanyol, 15 Agustus 2019.

Kapal minyak (tanker) Iran Grace 1 di Selat Gibraltar, Spanyol, 15 Agustus 2019.

Foto: REUTERS/Jon Nazca
Kapal tanker Grace 1 yang ditangkap di Gibraltar telah dibebaskan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Tanker yang ditahan di Gibraltar dan oleh Amerika Serikat (AS) telah dikeluarkan surat perintah untuk disita, saat ini disewa kepada pasukan Islamic Revolutionary Guards Corp (IRGC) Iran. Hal itu dikonfirmasi oleh kantor berita ILNA pada Rabu (21/8). 

Baca Juga

Tanker bernama Adrian Darya 1 telah dirilis setelah ditahan di Gibraltar. Sebelumnya, kapal itu diketahui bernama Grace 1 dan merupakan kapal tanker minyak buatan Korea. 

"Perlu dicatat bahwa kapal Grace 1, berganti nama menjadi Adrian Darya setelah penyitaan, adalah kapal tanker minyak buatan Korea yang dimiliki oleh Rusia yang saat ini disewakan kepada IRGC," ujar kantor berita ILNA dalam sebuah pemberitaan, tanpa mengutip sumber resmi. 

Berita itu datang setelah ILNA melakukan wawancara dengan kepala angkatan laut IRGC, Alireza Tangsiri. Dalam sebuah pernyataan, Tangsiri mengatakan, Adrian Daya 1 tidak membutuhkan pengawalan. 

Setelah kebuntuan selama enam pekan antara Iran dan Inggris, Adrian Darya 1 akhirnya berlayar pada Ahad (18/8) malam. Permintaan AS telah ditolak untuk menyita kapal tersebut, atas dugaan hubungan dengan IRGC. 

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompe pada Selasa (20/8) juga memperingatkan bahwa Negeri Paman Sam akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk mencegah kapal tanker yang berlayar di Mediterania mengirim minyak ke Suriah. Langkah itu disebut sebagai pelanggaran terhadap sanksi AS.

Meski demikian, Iran membantah tanker itu pernah menuju ke Suriah. Secara terpisah, Teheran mengatakan bahwa sebuah kapal tanker minyak negara itu telah mogok di Laut Merah. Namun, seluruh awak berada dalam kondisi aman dan perbaikan sedang berlangsung.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA