Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

AS Jual 66 Pesawat Tempur F-16 ke Taiwan

Kamis 22 Aug 2019 16:07 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Pesawat F-16

Pesawat F-16

Foto: .
Penjualan senjata AS diperkirakan memicu kemarahan China.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan 66 pesawat tempur F-16 kepada Taiwan. Langkah itu diperkirakan memicu kemarahan China.

Baca Juga

Menurut keterangan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS, Taiwan akan mendapatkan versi terbaru dari Lockheed Martin, F-16C / D Block 70. Nilai kesepakatan itu mencapai delapan miliar dolar AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Presiden Donald Trump telah mempersilakan penjualan F-16 kepada Taiwan setelah Kongres diberi tahu pekan lalu. Menurut dia, penjualan itu konsisten dengan hubungan historis  antara AS dan Taiwan.

“Tindakan kami konsisten dengan kebijakan AS sebelumnya. Kami hanya menindaklanjuti komitmen yang telah kami buat untuk semua pihak,” ujar Pompeo, dikutip laman the Guardian pada Rabu (21/8).

The Defense Security Cooperation Agency, pihak yang mengawasi penjualan senjata militer asing AS mengatakan pembelian F-16 oleh Taiwan tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan tersebut. “Penjualan yang diusulkan ini akan berkontribusi pada kemampuan penerima untuk menyediakan pertahanan wilayah udara, keamanan regional, dan interoperabilitas dengan AS,” katanya.

Pada Senin lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang mengungkapkan penjualan senjata oleh AS ke Taiwan sangat melanggar perjanjian antara Washington dan Beijing. Di sisi lain, hal itu menjadi gangguan parah dalam urusan dalam negeri Cina.

Dia pun mendesak AS segera membatalkan rencana penjualan tersebut dan menghentikan kontak militer dengan Taiwan. “Jika tidak, AS harus menanggung semua konsekuensinya,” kata Geng.

Sementara, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menilai pembelian pesawat tempur dari AS akan membantu membangun angkatan udara baru dan meningkatkan kapasitas pertahanan udaranya. Dalam sebuah unggahan di Facebook, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang tak hentinya diberikan AS untuk pertahanan nasional Taiwan.

China memandang Taiwan sebagai provinsi yang memberontak. Selama ini Beijing berupaya mengambil alih wilayah tersebut. Ia bahkan menyatakan siap mengerahkan kekuatan jika memang diperlukan. 

Pemerintah Taiwan sendiri tak gentar menghadapi ancaman China. Taipei bahkan berani menggelar latihan militer guna memperlihatkan tekadnya untuk mempertahankan kedaulatannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA