Jumat 23 Aug 2019 08:29 WIB

Australia Larang Perdagangan Gading dan Cula Badak

Australia akan melarang perdagangan domestik gading gajah dan cula badak.

Red:
abc news
abc news

Australia akan melarang perdagangan domestik gading gajah dan cula badak. Para menteri lingkungan dari seluruh negara bagian dan teritori akan membahas penegakan hukum atas pelanggaran kebijakan ini mulai akhir tahun mendatang.

Pada bulan September tahun lalu, komite penegakan hukum Parlemen merekomendasikan larangan perdagangan domestik gading gajah dan cula badak ini dengan pengecualian untuk beberapa barang antik dan piano dengan tuts yang terbuat dari gading yang dibuat sebelum tahun 1970-an

Aktivis advokasi pelarangan perdagangan domestik gading dan cula badak ini mengatakan bahwa penerimaan Australia atas perdagangan ini telah memicu perburuan spesies gajah dan badak yang terancam punah di luar negeri, dan dikhawatirkan para pembeli di Australia akan memandang produk yang dijual di Australia itu sebagai produk yang legal.

Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengatakan sulit untuk memastikan berapa total nilai perdagangan ilegal gading dan cula badak setiap tahunnya, tetapi pasar satwa liar ilegal yang lebih luas bernilai hingga US $ 23 miliar per tahun.

Lembaga Dana Internasional untuk Kesejahteraan Hewan mengatakan kepada UNODC sekitar 20.000 hingga 50.000 gajah dibunuh untuk diambil gadingnya setiap tahun, sementara lebih dari 1.000 badak dibunuh untuk diambil tanduknya pada tahun 2017.

Delegasi Australia untuk Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES) mengumumkan komitmen Australia ini pada KTT ke-18 di Jenewa.

"Australia telah memastikan bahwa semua perdagangan internasional kami mematuhi peraturan CITES secara ketat," kata Menteri Lingkungan Hidup Sussan Ley dalam sebuah pernyataan.

"Pasar domestik Australia tidak mewakili ancaman utama terhadap perdagangan gading dunia, tetapi penting untuk memastikan tidak ada lubang kebocoran yang dapat mendorong aktivitas ilegal oleh mereka yang berusaha menghindari prinsip-prinsip CITES."

Sussan Ley mengatakan dia akan bertemu dengan menteri lingkungan dari seluruh negara bagian dan teritori pada November nanti, untuk mencari tahu bagaimana pelarangan itu akan dilaksanakan dan kapan akan diberlakukan.

Rincian lain, termasuk produk apa yang mungkin dikecualikan, juga masih dalam pembahasan.

 

Komite parlemen yang menyelidiki perdagangan gading dan cula badak di Australia telah menyusun 10 poin rekomendasi tentang cara mengakhiri perdagangan gading gajah dan cula badak dan bagaimana memberlakukan kebijakan larangan, termasuk melihat bagaimana Inggris telah melarang perdagangan barang-barang dari gading dan cula badak.

Di antara pengecualian yang disarankan oleh komite parlemen adalah alat musik yang dibuat sebelum tahun 1975 dengan kandungan gading atau tanduk badak kurang dari 20 persen, dan ketentuan khusus untuk lembaga seni.

Partai Koalisi dan Partai Buruh keduanya telah membuat komitmen pemilu untuk mengakhiri perdagangan ini jika mereka memenangkan pemerintahan. Pemimpin oposisi Bill Shorten berpendapat itu akan membantu upaya internasional untuk menyelamatkan "spesies ikonik untuk generasi mendatang, sebelum terlambat".

Simak berita selengkapnya dalam Bahasa Inggris di sini.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement