Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Komandan Taliban: Pertempuran dengan Pemerintah Berlanjut

Senin 26 Agu 2019 21:23 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Israr Itah

Pejabat Taliban masuk ke lift ketika mereka menghadiri pembicaraan intra-Afghanistan di Moskow, Rusia, Rabu(6/2/2019).

Pejabat Taliban masuk ke lift ketika mereka menghadiri pembicaraan intra-Afghanistan di Moskow, Rusia, Rabu(6/2/2019).

Foto: AP / Pavel Golovkin
Taliban akan melanjutkan perjuangan melawan Pemerintah Afganistan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Pihak Taliban menegaskan pembicaraan dan kesepakatan yang nantinya tercapai dengan Amerika Serikat (AS) tak akan menghentikan mereka bertempur melawan Pemerintah Afganistan. Taliban akan melanjutkan perjuangan melawan Pemerintah Afganistan dan merebut kekuasaan dengan paksa, ujar seorang komandan Taliban pada Senin (26/8).

Baca Juga

Seorang komandan Taliban lainnya mengatakan, pembicaraan dengan AS yang sedang berlangsung berhasil mencapai kesepakatan, Washington akan menarik pasukannya dari Afganistan. Dengan demikian, Taliban akan menghentikan pertempurannya dengan pasukan AS.

Di bawah kesepakatan yang diharapkan itu, AS juga akan diminta berhenti mendukung Pemerintah Afganistan. “Amerika tidak akan datang membantu Pemerintah Afghanistan dan pasukannya dalam perjuangan mereka melawan kami,” ujar komandan Taliban tersebut.

Namun, Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afganistan Zalmay Khalilzad membantah bahwa pasukan AS tidak akan lagi mendukung Pemerintah Afganistan. “Biar saya perjelas, kami akan membela pasukan Afganistan sekarang dan setelah kesepakatan dengan Taliban,” kata dia melalui akun Twitter pribadinya.

Sejak tahun lalu, AS telah menjalin negosiasi dengan Taliban. Permasalahan utama yang mereka bicarakan adalah tentang penarikan pasukan AS dari Afganistan. Selama ini, Washington telah menjadi sekutu utama Kabul dalam memerangi Taliban.

Namun Presiden AS Donald Trump telah mengutarakan keinginannya untuk segera menarik pasukannya yang telah 18 tahun berada di Afganistan. Ongkos atau biaya operasi militer menjadi pertimbangan utama Trump.

Dalam pembicaraan terakhir yang dilaksanakan di Doha, Qatar, Taliban menyebut telah hampir mencapai kesepakatan dengan AS. Mereka mengklaim bahwa Washington setuju untuk menarik pasukannya dan menyelesaikan masalah Afganistan secara damai. Kendati demikian, Taliban belum mengatakan kapan AS akan memulai proses penarikan para prajuritnya.

Taliban diketahui telah lama menolak pembicaraan dengan Pemerintah Afganistan. Mereka menyatakan bahwa pembicaraan intra-Afganistan hanya akan berlangsung setelah pasukan asing ditarik keluar dari negara tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA