Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Netanyahu: Iran Lakukan Serangan Mematikan ke Israel

Selasa 27 Aug 2019 16:37 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: Ronen Zvulun/Pool Photo via AP
Israel serang Suriah dan Lebanon karena merespons ancaman Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel benjamin netanyahu mengatakan siap melakukan segala upaya yang diperlukan untuk mempertahankan dan membela negaranya dari ancaman iran . Hal tersebut dia sampaikan setelah Israel melancarkan serangan ke Suriah dan Lebanon dengan alasan merespons ancaman Iran.

“Iran sedang bekerja di beberapa lini untuk melakukan serangan mematikan terhadap negara Israel. Israel akan terus mempertahankan keamanannya dengan segala cara yang diperlukan,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, Senin (26/8), dikutip laman Al Araby.

Dia pun menyerukan masyarakat internasional segera bertindak merespons ancaman yang ditimbulkan Iran di kawasan. Hal itu diperlukan agar stabilitas dapat kembali tercipta.

Akhir pekan lalu, dua pesawat nirawak Israel melancarkan serangan ke Lebanon, tepatnya di atas Beirut selatan. Lebanon mengecam serangan tersebut karena Israel terbukti melanggar kedaulatan wilayah udaranya. Presiden Lebanon Michel Aoun menyebut peristiwa itu sebagai deklarasi perang.

Kelompok Hizbullah di Lebanon juga turut mengutuk serangan israel . Mereka mengklaim serangan Tel Aviv menghancurkan gedung pusat media yang dijalankannya. Ketua Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan serangan Israel menandai aksi permusuhan pertama di Lebanon sejak perang 2006 antara kelompoknya dan Israel.

Hizbullah merupakan kelompok yang disebut memperoleh dukungan dari Iran. Namun, Iran belum mengomentari tentang serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA