Kamis 29 Aug 2019 19:39 WIB

Bertemu Dubes Rusia, Fatah Bahas Tindakan Ilegal Israel

Fatah menyampaikan aksi-aksi ilegal Israel terhadap Palestina.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Warga Tepi Barat Palestina menaiki tangga untuk menlintasi tembok pemisah yang dipasang Israel untuk shalat jumat di Kompleks Al Aqsa, Jumat (8/6). Mereka dilarang memasuki Yerusalem berdasar batas umur minimal yang boleh memasuki Al Aqsa.
Foto: Alaa Badarneh/EPA EFE
Warga Tepi Barat Palestina menaiki tangga untuk menlintasi tembok pemisah yang dipasang Israel untuk shalat jumat di Kompleks Al Aqsa, Jumat (8/6). Mereka dilarang memasuki Yerusalem berdasar batas umur minimal yang boleh memasuki Al Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Organisasi Fatah menggelar pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Negara Palestina, Gocha Buachidze. Fatah yang diwakili Wakil Ketuanya, Mahmoud al-Aloul, bertemu Dubes Rusia di Ramallah pada Rabu (28/8) waktu setempat. 

Pertemuan tersebut membahas situasi terkini terkait apa yang dialami oleh warga Palestina akibat tindakan Israel selama ini dan juga sekaligus membahas kewilayahan. 

Baca Juga

Dilansir dari Kantor Berita Wafa, Kamis (29/8), al-Aloul menyampaikan kepada Buachidze soal pelanggaran yang dilakukan otoritas pendudukan Israel.  

Di antaranya, jelas al-Aloul, pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya, pembongkaran rumah dan bangunan, perluasan permukiman kolonial, dan terkait Yahudisasi berkelanjutan di Yerusalem.

Dalam kesempatan itu, al-Aloul menegaskan perlunya sikap tegas dari pihak Palestina terhadap Israel. Sikap tegas kepemimpinan Palestina untuk mengakhiri pendudukan wilayah Palestina, kata dia, adalah pilar utama bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan.  

Sementara itu, Buachidze memberikan dukungannya pada pemenuhan hak-hak Palestina. Dia menekankan pentingnya hubungan Rusia-Palestina berdasarkan kerja sama Rusia dan dukungan untuk mencapai realisasi penuh hak-hak Palestina melalui pembentukan negara Palestina sebagai perwujudan konsep perdamaian dan stabilitas.

Pada Rabu (28/8) waktu setempat, buldoser tentara Israel menghancurkan jalan di desa al-Tira. Padahal jalan tersebut baru dibuka Dewan Desa al-Tira untuk memfasilitasi perjalanan siswa ke sekolah mereka  

"Dan juga untuk aksesibilitas jalan kepada penduduk secara umum," kata kepala dewan desa al-Tira, Abdul Jaber Mohammad. Desa tersebut terletak di sebelah barat Ramallah.  

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement