Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Trump Sebut Negosiasi dengan Taliban Berjalan Baik

Sabtu 31 Aug 2019 12:13 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump dalam Pertemuan KTT G7 di Biarritz, Prancis.

Presiden AS Donald Trump dalam Pertemuan KTT G7 di Biarritz, Prancis.

Foto: Christian Hartmann, Pool via AP
Namun, belum ada kesepakatan antara Taliban dengan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah melakukan negosiasi yang baik dengan Taliban tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Namun, memang belum ada kesepakatan yang tercapai.

Hal itu disampaikan Trump kepada awak media di Gedung Putih pada Jumat (30/8). Trump mengisyaratkan kehadiran pasukan AS di Afghanistan tetap akan dipertahankan. Namun, jumlahnya akan dikurangi menjadi 8.600 personel.

“Kami akan terus hadir di sana (Afghanistan). Kami mengurangi kehadiran (pasukan) itu secara substansial dan kami akan selalu memiliki kehadiran,” ujar Trump.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan kesepakatan apa pun yang tercapai dengan Taliban akan diawasi ketat. “Kami sangat sadar sejarah Taliban, termasuk jaringan Haqqani dan sejarahnya yang rumit dengan Alqaidah, yang merupakan alasan mengapa setiap kesepakatan, jika tercapai, akan dipantau dan diverifikasi dengan ketat,” katanya.

Taliban mengatakan pembicaraan dan kesepakatan yang nantinya tercapai dengan AS tak akan menghentikannya bertempur melawan Pemerintah Afghanistan. “Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan Pemerintah Afghanistan dan merebut kekuasaan dengan paksa,” ujar seorang komandan Taliban pada Senin (26/8).

Seorang komandan Taliban lainnya mengatakan, jika pembicaraan dengan AS yang sedang berlangsung berhasil mencapai kesepakatan, Washington akan menarik pasukannya dari Afghanistan. Dengan demikian, Taliban akan menghentikan pertempurannya dengan pasukan AS.

Di bawah kesepakatan yang diharapkan itu, AS juga akan diminta berhenti mendukung Pemerintah Afghanistan. “Amerika tidak akan datang membantu Pemerintah Afghanistan dan pasukannya dalam perjuangan mereka melawan kami,” ujar komandan Taliban tersebut.

Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad membantah pasukan AS tidak akan lagi mendukung Pemerintah Afghanistan. “Biar saya perjelas, kami akan membela pasukan Afghanistan sekarang dan setelah kesepakatan dengan Taliban,” kata dia melalui akun Twitter pribadinya.

Sejak tahun lalu, AS telah menjalin negosiasi dengan Taliban. Permasalahan utama yang mereka bicarakan adalah tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Selama sekitar 18 tahun, Washington memang telah menjadi sekutu utama Kabul dalam memerangi Taliban.

Taliban telah lama menolak melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Afghanistan. Mereka menyatakan pembicaraan intra-Afghanistan hanya akan berlangsung setelah pasukan asing ditarik keluar dari negara tersebut.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA