Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Inggris Cari Dukungan untuk Misi Militer di Selat Hormuz

Jumat 30 Aug 2019 10:58 WIB

Red: Nur Aini

Kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero di pelabuhan Iran Bandar Abbas, yang ditahan Garda Revolusi Iran saat berada di Selat Hormuz, Sabtu (20/7).

Kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero di pelabuhan Iran Bandar Abbas, yang ditahan Garda Revolusi Iran saat berada di Selat Hormuz, Sabtu (20/7).

Foto: Tasnim News Agency/via AP
Inggris akan meminta Prancis dan Jerman dukung misi militer di Selat Hormuz.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, akan menyeru lebih banyak dukungan internasional untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz. Hal itu akan disampaikan saat Raab bertemu dengan mitranya dari Prancis dan Jerman dalam pembicaraan soal Iran pada Jumat (30/8)

Baca Juga

Juli lalu, Iran menyita tanker minyak berbendera Inggris di selat, jalan keluar Teluk ke laut lepas, sebagai aksi balasan terhadap kapal Iran yang ditahan oleh Inggris di lepas pantai Gibraltar. Hal itu karena Iran diduga melanggar sanksi Eropa dengan mengirim minyak ke Suriah.

Inggris bergabung dengan misi pimpinan AS untuk mengawal kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz pada awal Agustus. Namun, Jerman dan Prancis menolak tindakan serupa di tengah kekhawatiran bahwa aksi tersebut dapat meningkatkan peluang konflik terbuka dengan Iran.

"Kami...butuh dukungan internasional sebanyak mungkin untuk mengatasi ancaman terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz," kata Raab dalam satu pernyataan sebelum menghadiri pertemuan para menteri luar negeri di Helsinki.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyebutkan kemungkinan operasi pertahanan maritim Eropa yang terpisah akan dibahas di Helsinki, kendati menteri luar negerinya Heiko Maas sebelumnya mengakui akan lambat untuk memulainya. Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengatakan kepada AFP pada Kamis bahwa ia akan mendukung "kehadiran yang tidak persuasif" yang dipimpin Uni Eropa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA