Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Saksi Ungkap Omar Al-Bashir Pegang Akses Brangkas Uang Euro

Senin 09 Sep 2019 13:33 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Mantan presiden Sudan Omar al-Bashir terlihat pertama kali di publik sejak kudeta penggulingan dirinya April lalu, Ahad (16/6).

Mantan presiden Sudan Omar al-Bashir terlihat pertama kali di publik sejak kudeta penggulingan dirinya April lalu, Ahad (16/6).

Foto: Reuters
Omar al-Bashir disebut satu-satunya pemegang akses ke brangkas.

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM— Mantan pemimpin Sudan yang digulingkan Omar al-Bashir adalah satu-satunya pemegang kunci di sebuah kamar di istana kepresidenan yang menyimpan jutaan euro.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan manajer Bashir, Yasser Basheer, saat memberi pengakuan Sabtu (7/9).

Baca Juga

Ketika berbicara dalam peradilan Bashir atas dakwaan-dakwaan memiliki mata uang asing secara ilegal dan korupsi, Yasser Basheer mengatakan mantan presiden itu memberikan uang tunai lebih dari 10 juta euro (11 juta dolar AS) dalam bulan-bulan terakhirnya dia berkuasa untuk diberikan kepada pihak-pihak berbeda.

Militer Sudan menggulingkan Bashir pada April setelah aksi unjuk rasa selama beberapa bulan di negara itu. Penuntutannya merupakan ujian tentang pembagian kekuasaan antara militer dan sipil dalam menangani kasus mantan presiden yang telah berkuasa selama 30 tahun itu.

Mantan manajer yang bekerja untuk Bashir sejak September 2018 dan berbicara sebagai saksi, mengatakan presiden pernah memberi dia 5 juta euro untuk Abdelrahim Hamdan Dagalo, Wakil Ketua Pasukan Dukungan Cepat (RSF) , paramiliter yang ditakuti.

Menurut Basheer, dana itu dikirim oleh adik lelaki Abdelrahim, Mohmed Hamdan Dagalo, Kepala RSF dan wakil Kepala Dewan Militer Transisi hadir pada saat itu. Dewan tersebut memerintah Sudan setelah penggulingan Bashir. Dagalo sekarang anggota Dewan Berdaulat yang dibentuk setelah perjanjian pembagian kekuasaan militer-sipil.

“Penerima-penerima lain dari dana tunai termasuk Kementerian Pertahanan, personel militer dan orang-orang sipil untuk perawatan medis,” kata Basheer, seraya menambahkan dia tidak tahu sumber dana tersebut dan hanya mengikuti perintah-perintah.

Abdelmoneim Mohamed, seorang akuntan di Universitas Internasional Afrika, sebauh institusi swasta yang terkait dengan kelompok-kelompok Islamis, juga memberikan pengakuan. 

Dia mengatakan direktur dan deputi direktur universitas menerima dana tunai senilai 4 juta euro dari Bashir.

Saat peradilan berlangsung Bashir duduk di sebuah ruang khusus mengenakan pakaian tradisional putih dengan penutup kepala. Kendati dia tak berbicara pada sidang Sabtu , dia membantah dakwaan-dakwaan ketika secara resmi ia didakwa sepekan lalu.

Ketika berbicara untuk pertama kali sejak penggulingannya dan disiarkan, Bashir mengatakan pekan lalu dia menerima dana 25 juta dolar AS dari Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammaed bin Salman, dan juga dari sumber-sumber lain, tetapi tidak menerima atau menggunakan uang untuk keuntungan pribadi.

"Saya gunakan uang itu untuk sumbangan pribadi bagi berbagai pihak," termasuk layanan medis, sebuah universitas, satu saluran media Islam dan penyediaan bahan bakar yang mendesak, katanya.

“Uang senilai jutaan dolar dan pound Sudan ditemukan di kediaman Bashir pada April,” kata seorang sumber pengadilan.

Bashir diancam hukuman penjara maksimum sekitar 10 tahun. Peradilannya dijadwalkan kembali pada 14 September untuk mendengarkan kesaksian para saksi.

 

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA