Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Al-Shabaab Bertanggung Jawab atas Bom Picu 5 Korban Jiwa

Senin 09 Sep 2019 14:15 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Anggota pemberontak Somalia, Al-Shabab, melakukan patroli. (ilustrasi)

Anggota pemberontak Somalia, Al-Shabab, melakukan patroli. (ilustrasi)

Foto: AP
Al-Shabaab terus melakukan teror kepada warga Somalia.

REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU – Sedikitnya lima orang termasuk pasukan misi penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia (Amisom) terbunuh dan beberapa lainnya cedera dalam sebuah ledakan di Shabelle Tengah Somalia. Ledakan terjadi di pinggir jalan yang menargetkan Amisom pada Ahad (8/9) waktu setempat.

Serangan itu terjadi di dekat pangkalan pasukan Uni Afrika di sekitar Burane dekat kota wilayah Mahaday Middle Shabelle. Radio lokal setempat melaporkan bahwa ledakan tersebut terjadi di dekat Distrik Mahaday.

Baca Juga

"Setidaknya lima orang, sebagian besar tentara Amisom dari Burundi, meninggal dan beberapa lainnya cedera setelah konvoi mereka menjadi sasaran ledakan ganda di dekat distrik Mahaday," kata siaran radio lokal Risaala, dilansir dari Anadolu Agency, Senin (9/9).

Seorang perwira polisi di wilayah itu, Muhiyidin Hassan, mengonfirmasi serangan Anadolu melalui telepon tetapi tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang serangan itu. 

Misi penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia juga mengkonfirmasi insiden itu dan mengatakan bahwa serangan itu melukai dua tentara Amisom.

Kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda yang berbasis di Somalia, al-Shabaab, mengaku bertanggung jawab atas ledakan ganda yang mengatakan bahwa mereka telah menewaskan lima tentara Amisom dalam serangan itu.

Al-Shabaab telah bertempur selama bertahun-tahun untuk menggulingkan pemerintahan pusat Somalia yang didukung Barat dan hendak memberlakukan hukum syariah. Negara itu dilanda perang sejak awal 1990-an.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA