Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Protes Terus Berlanjut, Jumlah Kunjungan ke Hong Kong Anjlok 40 Persen

Senin 09 Sep 2019 16:08 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Reuters/T. Siu

Reuters/T. Siu

Di beberapa lokasi, tingkat hunian hotel terlihat turun sekitar setengahnya.

Tingkat kunjungan ke Hong Kong merosot tajam hampir 40 persen pada Agustus 2019 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini anjlok jika dibandingkan dengan jumlah penurunan pengunjung pada bulan sebelumnya, Juli 2019, yang hanya 5 persen.

Di beberapa lokasi, tingkat hunian hotel terlihat turun sekitar setengahnya. Sedangkan tarif kamar turun di kisaran 40-70 persen, ujar Paul Chan, mengutip dari sumber di industri tersebut.

"Yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa sepertinya keadaan tidak akan dengan mudah berubah jadi lebih baik," ujar Chan dalam blognya, Ahad (8/9).

Kedatangan wisatawan pada Juli 2019 berkurang sebesar 4,8 persen menurut Badan Pariwisata Hong Kong. Ini adalah penurunan tahunan pertama sejak Januari 2018 dan persentase penurunan terbesar sejak Agustus 2016.

Sementara penjualan ritel pada Juli 2019 juga mengalami penurunan terbesar sejak Februari 2016 seiring protes antipemerintah yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

Chan mengatakan kerusuhan yang terjadi telah merusak citra Hong Kong sebagai kota internasional yang aman serta citra sebagai pusat perdagangan, penerbangan, dan keuangan.

Ia menambahkan, konflik kekerasan yang berulang terjadi, pemblokiran jalan, kereta api bawah tanah dan bandara telah menghalangi orang untuk pergi bekerja dan sekolah, serta menyebabkan pembatalan atau penjadwalan ulang "banyak" konferensi dan pameran internasional.

Pada Juli 2019 total ekspor turun 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara nilai ekspor kembali ke Amerika Serikat dari Cina lewat Hong Kong turun 15,2 persen dari tahun sebelumnya, ujar Chan.

Pelajar bentuk rantai manusia

Pada Senin (09/09), ratusan pelajar dengan masih mengenakan seragam sekolah membentuk rantai manusia di distrik-distrik di seluruh Hong Kong. Langkah ini mereka lakukan untuk mendukung protes antipemerintah setelah terjadi lagi bentrokan pada akhir pekan di kota yang dikuasai Cina itu.

Stasiun metro yang ditutup pada hari Minggu (08/09) kini telah kembali dibuka. Namun suasana dilaporkan masih tetap tegang.

Pemerintah Daerah Khusus Hong Kong memperingatkan pihak asing untuk tidak ikut campur dalam urusan domestik mereka, menanggapi ribuan pemrotes yang meminta Presiden AS Donald Trump untuk "membebaskan" kota itu.

Media pemerintah Cina pada hari Senin mengatakan Hong Kong adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Cina dan segala bentuk pemisahan diri "akan dihancurkan."

Sedangkan surat kabar China Daily milik Partai komunis Cina mengatakan, unjuk rasa hari Minggu adalah bukti adanya dukungan asing di belakang protes itu dan memperingatkan para demonstran agar "berhenti menguji kesabaran pemerintah pusat."

ae/hp (Reuters)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA