Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Malaysia Kirim Setengah Juta Masker Wajah karena Kabut Asap

Rabu 11 Sep 2019 08:48 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Suasana kawasan Gombak yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/9/2019).

Suasana kawasan Gombak yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/9/2019).

Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Malaysia menutup 400 sekolah karena kabut asap.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia mengirim setengah juta masker wajah untuk melindungi warga Serawak dari kabut asap. Kebakaran hutan juga mengakibatkan sekitar 400 sekolah ditutup.

Baca Juga

Pemerintah Malaysia menuduh asap itu berasal dari Indonesia. Sementara pemerintah Indonesia membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kebarakan hutan juga terjadi di negara-negara lain di seluruh kawasan.

Singapura mengatakan jika angin terus membawa polusi maka dalam 24 jam kualitas udara mencapai tingkat yang tidak sehat. Mereka menyarankan warganya yang sedang sakit untuk segera mencari perawatan medis.

Dalam beberapa pekan terakhir terjadi kebarakan hutan di sejumlah titik di Sumatra dan Kalimatan. Pemerintah Indonesia pun mengirimkan ribuan tentara dan polisi untuk membantu memadamkan kebakaran.

Negara-negara tetangga sudah sering mengeluhkan kabut asap yang disebabkan , kebakaran hutan di Indonesia. Biasanya kebakaran karena petani membakar untuk menanam kelapa sawit. Pemerintah Malaysia pun menutup 409 sekolah di Serawak.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia (NADMA) mengirimkan 500 ribu masker ke Serawak karena indeks polusi udara mencapai level yang tidak sehat. Polusi di salah satu distrik di Serawak mencapai di level 201 yang artinya 'sangat tidak sehat'. NADMA mengatakan udara di lima negara bagian lainnya juga tidak sehat.

Asia Tenggara sudah lama menderita karena kebakaran hutan di Indonesia. Bencana yang disebabkan praktik tebang-bakar yang dilakukan petani Indonesia ini meningkatkan kekhawatiran memburuknya kualitas udara di kawasan itu. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA