Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

China Desak AS Gunakan Pendekatan Kondusif Nuklir Korut

Kamis 12 Sep 2019 15:43 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Panmunjong di Zona Demiliterisasi, Ahad (30/6).

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Panmunjong di Zona Demiliterisasi, Ahad (30/6).

Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP
China juga kembali menyarankan agar PBB meringankan sanksi Korut.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mendesak Amerika Serikat menggunakan pendekatan yang lebih kondusif untuk berdialog dalam menanggapi iktikad baik Korea Utara (Korut) yang menginginkan pembicaraan denuklirisasi dilanjutkan. China juga kembali menyarankan agar PBB meringankan sanksi Korut.

Korut pada Senin menyatakan kesediaannya memulai kembali pembicaraan nuklir dengan AS pada akhir September. Namun, Korut memperingatkan kesepakatan antara keduanya dapat berakhir kecuali AS menggunakan pendekatan baru.

Namun, hanya beberapa jam kemudian Korut menembakkan proyektil jarak dekat baru. Ketika berbicara di Beijing, diplomat tinggi pemerintah China, Anggota Dewan Negara Wang Yi, menuturkan China menyambut sinyal positif Korut baru-baru ini untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS.

"Kami akan senang melihat Korut dan Amerika Serikat melanjutkan pembicaraan yang dijadwalkan akhir bulan ini," kata Wang saat konferensi gabungan dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah.

Wang mengatakan pengalaman menunjukkan agar pembicaraan mencapai kemajuan yang nyata, masing-masing kepentingan inti kedua pihak harus dibahas. "Jika hanya prasyarat diajukan untuk pihak lain atau daftar yang disusun, atau bahkan mencoba menggunakan tekanan ekstrem agar pihak lain membuat konsesi secara sepihak, maka ini tidak berfungsi pada masa lalu dan tidak berguna untuk sekarang atau pun nanti."

Korut sepanjang tahun ini telah mengambil serangkaian langkah positif, dan meminta AS agar bertemu dengannya di titik tengah. "Kami berharap AS juga dapat mengambil langkah-langkah praktis mengenai hal ini dan melakukan upaya memudahkan situasi serta menggelar dialog," ujarnya.

Wang tidak menyinggung soal uji coba senjata nuklir korut baru-baru ini.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA