Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

WHO: Penolakan Terhadap Vaksin Jadi Ancaman Kesehatan Dunia

Ahad 08 Sep 2019 07:22 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nidia Zuraya

Vaksinasi. Ilustrasi

Vaksinasi. Ilustrasi

Foto: Daily Mail
WHO mengapresiasi upaya Facebook menghentikan hoaks mengenai vaksin di media sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan antivaksin hingga hoaks seputar imunisasi bisa dengan mudah ditemukan di beragam platform media sosial, termasuk Facebook. Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik komitmen Facebook untuk menghentikan penyebaran informasi keliru seputar vaksin dan imunisasi.

"Misinformasi mengenai vaksin merupakan ancaman besar bagi kesehatan dunia yang dapat memundurkan kembali kemajuan mencegah penyakit yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun," ungkap WHO seperti dilansir dari laman resmi PBB, Sabtu (7/9).

Keengganan dan penolakan terhadap vaksin termasuk ke dalam 10 besar ancaman kesehatan dunia pada 2019 menurut WHO. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan kasus campak di dunia yang mencapai 30 persen.

Angka imunisasi di negara-negara maju maupun berkembang juga mengalami penurunan seiring dengan gencarnya gerakan antivaksin di dunia maya. Padahal, imunisasi dapat mencegah 2-3 juta kematian per tahun akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah. Sekitar 26 vaksin yang tersedia saat ini juga terbukti efektif menekan angka kesakitan maupun disabilitas akibat penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin.

WHO menilai organisasi digital besar seperti Facebook memiliki tanggung jawab kepada pengguna mereka. Salah satunya adalah tanggung jawab untuk memastikan bahwa pengguna mereka mendapatkan akses terhadap fakta-fakta seputar vaksin dan kesehatan.

"Sangat baik melihat platform sosial dan platform pencarian bekerjasama untuk meningkatkan jangkauan mereka," tutur Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Ghebreyesus mengatakan langkah yang diambil oleh Facebook ini perlu dimanfaatkan oleh pemerintah dan sektor kesehatan di masing-masing negara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan vaksin. Pemerintah dan sektor kesehatan juga diharapkan dapat menyediakan respon yang baik dan jelas terhadap kekhawatiran orang tua mengenai kesimpang-siuran informasi seputar vaksin.

Bulan lalu, platform media sosial lain yaitu Pinterest juga menunjukkan komitmen serupa. Pinterest memastikan bahwa hasil pencarian vaksin dalam paltform Pinterest hanya akan menampilkan sumber-sumber yang sudah terpercaya, di mana salah satunya adalah WHO.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA