Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

OKI akan Gelar Pertemuan Bahas Netanyahu Caplok Tepi Barat

Ahad 15 Sep 2019 08:26 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di el Aviv, Israel, Selasa (10/9). Netanyahu berjanji menganeksasi Tepi Barat jika ia terpilih pekan depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di el Aviv, Israel, Selasa (10/9). Netanyahu berjanji menganeksasi Tepi Barat jika ia terpilih pekan depan.

Foto: AP Photo/Oded Balilty
Negara Timur Tengah dan Eropa khawatir dengan rencana Netanyahu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan luar biasa membahas niat Israel mencaplok wilayah Tepi Barat, Ahad (15/9) waktu setempat. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Turki pada Sabtu (14/9) waktu setempat,  Ahad (15/9).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan negara-negara OKI akan bertemu di Jeddah untuk membahas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal niatnya menganeksasi Lembah Jordan dan membangun permukiman ilegal di Tepi Barat. Negara-negara Timur Tengah dan kekuatan Eropa telah menyatakan kekhawatirannya atas rencana itu. Namun bagi Netanyahu, pencaplokan tersebut akan diimplementasikan jika dia memenangkan pemilihan pekan depan.

Selain negara-negara Timur Tengah, kecaman juga datang dari negara-negara luar Arab. Para menteri luar negeri Arab juga mengecam rencana tersebut karena tindakan pencaplokan itu bakal merusak tiap peluang penyelesaian perdamaian dengan Palestina.

Netanyahu pada Selasa lalu mengumumkan dia akan mencaplok Lembah Yordan, sebidang tanah subur yang menyumbang sekitar seperempat dari kawasan Tepi Barat. Menurut kelompok hak asasi manusia Israel, B'Tselem, sekitar 65 ribu warga Palestina dan 11 ribu pemukim Israel tinggal di Lembah Jordan dan wilayah Laut Mati utara. Kota utama Palestina adalah Jericho, dengan sekitar 28 desa dan komunitas Baduy yang lebih kecil.

Israel mengklaim Lembah Jordan itu penting untuk keamanannya dan secara konsisten menolak gagasan melepaskan bagiannya dalam penyelesaian apa pun di masa depan dengan Palestina. "Dengan bantuan Tuhan, kami akan menerapkan kedaulatan Yahudi di semua pemukiman, sebagai bagian dari tanah Israel dan sebagai bagian dari negara bagian. Israel," kata Netanyahu di awal bulan ini memperbarui janji menganeksasi semua blok pemukiman di Tepi Barat yang diduduki.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA